Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
112


__ADS_3

Azura lagi-lagi mendesah lelah sebab nomor ponsel Mario justru tengah tidak aktif.


"Tumben!" gumam nya seraya menatap layar ponsel nya.


Azura pun menghempas kan tubuh nya di sofa panjang. Mata nya sibuk celingak-celinguk kesana kemari. Suasana yang begitu sunyi tiba-tiba membuat nya merinding, apalagi aroma obat-obatan begitu kuat tercium di hidung nya membuat nya merasa tak nyaman. Azura sampai menelan ludah nya sendiri. Padahal ia telah biasa sendirian bahkan di tengah jalan di malam hari tanpa yang menemani pun ia merasa biasa saja, tapi kini kenapa ia justru merasa merinding.


Azura menutup kedua mata nya dengan lengan nya dengan posisi tubuh meringkuk. la harap dengan begini, ia bisa tertidur sehingga tak perlu merasa merinding apalagi ketakutan pada sesuatu yang tidak jelas seperti ini.


Sudah 2 jam berlalu semenjak Alfi meninggalkan Azura sendirian di ruangan nya. Dengan langkah tergesa, ia kembali ke ruangan nya untuk memeriksa keberadaan Azura. Azura bukan lah tipikal gadis penurut jadi ia sedikit sangsi Azura masih setia menunggu nya di ruangan nya.

__ADS_1


Tapi sesuatu yang tak terduga justru tersuguh di depan mata nya. Istri menyebalkan nya itu ternyata masih setia menunggu dengan mata terpejam erat. Alfi pun segera menduduk kan bokong nya di lantai dengan bersandar di bibir sofa. la merasa sangat lelah malam ini, bukan hanya jiwa nya saja tapi fisik nya juga.


Sungguh, perdebatan dengan Vina tadi cukup mengusik ketenangan nya. la kesal, ia marah, ia benci. Apalagi setelah mendengar kan kata-kata nya yang seolah merasa begitu tertekan karena sikap nya.


Mungkin ia tak kan begitu sakit hati bila Vina berselingkuh dengan orang lain, tapi yang membuat nya begitu terluka adalah mengapa Vina harus berselingkuh dengan sahabat nya sendiri yang bahkan sudah ia anggap saudara.


Mengapa harus sahabat nya? Tidak adakah lelaki lain yang bisa dijadikan nya sebagai pasangan selingkuhan nya?


Bohong, ia tak percaya itu. Kalau pun dia menderita, itu bukan karena kesalahan nya melainkan buah dari perbuatan nya sendiri. Seperti kata Azura, hukuman itu tidak lah seberapa dengan apa yang ia buat. Pada saat itu, Alfi sudah sangat serius pada nya. Sudah merencana kan pernikahan, sudah membeli apartemen untuk mereka tinggali setelah menikah namun dengan mudah nya dia menghianati hubungan yang sudah terjalin selama 5 tahun itu. Sedangkan dengan Lana, mereka berdua sudah bersahabat sejak masih duduk di bangku SMP. Lana saat itu menjadi anak yatim piatu dan akan putus sekolah, namun karena kebaikan keluarga Alfi ia bisa sekolah hingga perguruan tinggi di luar negeri bersama Alfi. Alfi juga selalu baik pada nya karena Alfi berpikir ia tak memiliki siapapun selain diri nya, tapi di balik itu dengan mudah nya ia juga menghianati Alfi dengan merebut kekasih Alfi yang sudah akan menikah.

__ADS_1


"Mas Dokter udah kembali?" tiba-tiba suara Azura menyadar kan Alfi dari lamunan nya.


"Kamu... nggak tidur?" tanya Alfi saat melihat Azura telah membuka lebar mata nya.


"Tidur? Gimana mau tidur coba. Ruangan mas dokter ini kalau malam justru tampak menyeram kan tau. Liat tuh gorden nya gerak-gerak kayak ada seseorang di balik nya. Liat ke sudut sana, kayak ada yang liatin. Liat ke atas kayak ada... ah pokok nya gitu deh, serem. Entar lagi enak-enakan tidur tiba-tiba ada yang nyekik terus aku mati gimana? Enakan dokter dong jadi duren gatir alias duda keren ganteng tajir melintir, rugi dong aku nya" ucap Azura panjang kali lebar membuat Alfi tanpa sadar terkekeh mendengar nya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2