Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
143


__ADS_3

Sudah beberapa hari yang lalu Azura sadar kan diri, tapi sikap Azura kian berubah. Bahkan saat Alfi mencoba mengajak nya bicara, gadis itu lebih suka menghindar dan menjauh. Dia juga jadi gadis pemurung. Keseharian nya hanya mengurung diri di kamar membuat Alfi gusar bukan main.


Alfi telah mencoba membujuk dengan berbagai cara, mengajak jalan, nonton bareng, atau pun kegiatan lain nya berharap Azura mau merespon dan perlahan kembali seperti sedia kala, tapi respon Azura sungguh membuat nya tak berdaya.


Iseng-iseng, ia membuka rekaman CCTV selama ia meninggal kan Azura. Ia ingun melihat apa saja yang di kerjakan istri nya itu saat ia tak ada.


Hati nya meringis perih saat melihat ternyata selama ia pergi justru di habiskan Azura dengan menangis dan meratap. Bahkan saat ia baru saja berangkat, Azura langsung masuk kamar dan meringkuk di sofa sambil menangis. Setelah itu, Azura masuk ke kamar mandi sangat lama membuat ia cemas. Azura baru keluar lebih dari satu jam kemudian dengan tubuh bergetar dan pucat. la baru sadar, istri nya seperti nya mengalami trauma akibat percobaan pemerkosaan yang menimpa nya. Alfi menyesali, mengapa ia baru menyadari nya. Saat itu Azura memang berusaha bersikap layak nya baik-baik saja. Yah, secara fisik ia memang terlihat baik, tapi mental nya ternyata benar-benar terpukul dan tertekan.


Setelah adegan mandi lebih dari satu jam itu, ternyata Azura mengalami demam. la hanya meringkuk seharian di dalam selimut sambil sesekali menyeka air mata. Mata nya terlihat sangat sembab. Bahkan sampai sekarang lingkar hitam itu masih menghiasi mata nya. Alfi merasakan sesak di dada nya melihat istri nya begitu terpukul. Dan bodoh nya diri nya justru mengikuti seminar di Bali meninggalkan Azura dalam keadaan terpuruk bahkan jatuh sakit pun sendirian.

__ADS_1


Alfi terus memperhatikan rekaman yang ia putar melalui layar laptop nya. la belum melihat bagaimana kronologis istri nya itu pingsan tak jauh dari pintu apartemen. Hingga ia menangkap kedatangan orang yang sangat di benci nya ke apartemen itu.


"Mau ngapain dia?" desis Alfi tak suka. Lalu ia terus memperhatikan rekaman itu seksama. Ia memasang earphone agar ia dapat mendengarkan pembicaraan kedua nya dengan jelas. Wajah Alfi merah padam dengan tangan mengepal. Mungkin ini lah yang jadi salah satu faktor perubahan Azura makin signifikan. Ia makin murung dan menutup diri. Bahkan tanpa tahu malu ia meminta Azura meninggalkan nya.


"Breng-sek!" umpat nya marah.


Setelah melihat rekaman CCTV itu, Alfi kembali ke kamar Azura untuk memastikan keadaan nya serta berniat untuk menghibur nya. Namun sama saja, respon nya tak sesuai harapan nya. Akhir nya untuk pertama kali nya ia menghubungi Leon, sahabat Azura berharap ia bisa membantu nya membujuk Azura agar mau berbicara.


***

__ADS_1


Semoga Leon bisa bantu Azura ya guys, kasihan banget sama Azura pasti dia trauma berat🥺


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak

__ADS_1


__ADS_2