
"Kau tak perlu berterima kasih, bagaimana pun Azura adalah istri saya jadi sudah sewajarnya saya menjaga dan melindungi nya"
"Oh ya dok, ada satu hal yang belum saya ceritakan. Saya yakin anda belum tau perihal ini" ucap Leon membuat Alfi mengerut kan kening nya.
"Apa anda tau alasan Azura terpaksa memanfaat kan Anda?"
"Uang" terka Alfi.
"Yah bisa dibilang itu ada hubungan nya. Ini tentang hutang-hutang mendiang orang tua nya yang tidak sedikit. Beberapa tahun ini ia telah kerja keras banting tulang siang dan malam untuk membayar cicilan nya, tapi tetap saja hutang itu tak pernah lunas. Bahkan hutang itu seperti tak pernah berkurang. Cicilan perbulan nya pun makin besar. Karena itu, saat mendengar kakak dokter menawar kan kerja sama itu, tanpa pikir panjang ia menerima nya"
Alfi tercengang mendengar hal itu, ia baru tahu tentang fakta itu. Azura sungguh hebat menyembunyi kan segala permasalahan nya tanpa seorang pun yang tahu.
"Dan pada hari dimana ia di culik, bos rentenir itu telah menghubungi nya agar melunasi hutang itu dalam tempo satu bulan, bila tidak maka Hasna akan mereka ambil dan jual dengan orang kaya yang bersedia membayar nya tinggi. Tentu saja target awal nya adalah Azura, tapi karena mendengar kabar kalau Azura telah menikah maka mereka mengganti target. Azura frustasi, ia bingung harus melakukan apa untuk mendapatkan uang senilai 1 milyar. Bahkan... " Leon menghela nafas berat saat ingin melanjut kan kalimat nya.
__ADS_1
"Untuk pertama kali nya ia mengeluh lelah, ia sudah... nyaris putus asa. Seperti nya, ia sudah di ambang batas. Mungkin itu juga yang menjadi salah satu faktor perubahan Azura ini. Ia tertekan, ia tak pernah mengatakan tentang bagaimana perasaan nya. Ia hanya sesekali mencerita kan kegetiran nya, tapi itu tidak seluruh nya. Selama ini ia menelan mentah-mentah pahit getir hidup nya. Bahkan dengan Hasna pun ia tidak terbuka, karena itu saya harap dokter bisa membantu nya. Membantu dalam urusan apa hanya dokter yang bisa menjawab nya"
Alfi bungkam, ia mencoba mencerna setiap penuturan Leon. Dada nya begitu sesak membayang kan betapa berat perjuangan nya selama ini. Ternyata di balik tawa ceria seorang Azura, tersimpan kepahitan hidup yang mungkin tidak semua orang sanggup menghadapi nya.
"Dok... "
Mendengar panggilan itu, Alfi pun tersadar dari lamunan nya dan menoleh ke arah Leon.
"Boleh kah saya mengharap kan sesuatu dari dokter?" tanya Leon.
"Saya sangat berharap, anda bisa menjadi suami Azura selama nya. Menjadi orang yang mengasihi dan melindungi nya selama nya. Dulu, ia pernah meminta perlindungan dengan saya. Baik dari para penagih hutang maupun permasalahan hidup nya. Tapi apalah daya saya, saya tidak sekuat Anda. Anda memiliki segala nya, sedangkan saya... " Leon menggelengkan kepala nya.
"Terkadang saya merasa malu, sebagai seorang teman saya tidak mampu melindungi nya. Tapi anda berbeda, anda memiliki segala nya dan hanya anda lah yang pantas berada di sisi nya"
__ADS_1
Alfi tak bergeming. la masih terpengkur di tempat nya.
"Dokter, boleh saya mengatakan satu hal lagi?"
"Apa?" Alfi mengangkat alis nya ke atas.
"Teman saya Azura sebenar nya dia menyukai anda. Bukan karena harta atau apapun yang anda miliki, tapi ia tulus menyukai anda. Tapi ia berusaha untuk mengelak dan menolak nya. Dia terus menolak dan mati-matian menyadar kan diri nya bahwa diri nya hanya lah istri kontrak, istri di atas kertas dan tak lebih dari gadis bayaran. Kata nya ia tidak pantas mencintai anda, ia tak pantas berada di sisi anda, ia tak pantas menjadi pendamping anda. Tapi kata saya, dia pantas mendapat kan cinta anda. Apakah perkataan saya ini salah?"
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak