Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
164


__ADS_3

Namun, harapan tak sesuai ekspektasi. Setelah menikah, Vina baru mengetahui jika Lana hanya lah anak angkat di keluarga Wijaya. Alhasil sudah pasti perusahaan tidak akan jatuh sepeserpun pada Lana karena Lana bukan ahli waris yang sah, meski Lana sudah memegang salah satu cabang perusahaan Wijaya tetapi tetap saja Lana tidak akan bisa memiliki nya. Sungguh sangat keterlaluan, pikir nya. Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima. Karena itulah ia berupaya menyingkirkan Azura. Sebab ia yakin kalau sebenar nya Alfi masih memiliki rasa pada nya. Siapa tahu, dengan lenyap nya Azura dari dunia ini ia bisa kembali pada Alfi. Tentu saja setelah sebelum nya melenyapkan Lana terlebih dahulu.


"Gue nggak gila Vina! Gue serius. Kita udah ketahuan. Temen gue yang ada di kepolisian barusan ngabarin kalau surat penangkapan kita udah keluar. Entah bagaimana cara nya, tanpa kita sadari ternyata kita udah di selidiki. Kalau lo masih pengen hidup aman dan nyaman, buruan bersiap. Ambil semua barang berharga lo dan anak kita. Gue tunggu di depan gerbang rumah lo!" pungkas Beni cepat sebelum Vina sempat menyanggah nya.


"A-apa? Polisi? Mau nangkap gue?"


Vina terkekeh sendiri.

__ADS_1


"Jangan harap! Kurang ajar mereka, jadi mereka diam-diam udah ngelaporin gue. Sialan! Awas ya kalian! Apa ini ulah Alfi? Tetapi kenapa dia bisa tega banget sama gue? Lo bodoh banget sih Al, cuma karena gadis kotor itu lo mau jeblosin gue, mantan terindah lo yang kini juga udah jadi saudara tiri lo ke dalam penjara. Jangan harap rencana kalian akan berhasil!" geram Vina segera keluar dari dalam walk in closet.


Baru saja ia hendak membuka pintu, tiba-tiba tubuh Vina jadi lemas saat melihat sosok Lana telah berdiri di hadapan nya dengan sorot mata tak terbaca.


"M-mas Lana, se-jak kapan mas ada di sini?" tanya Vina dengan suara menciut.


"Kenapa? Siapa yang bicara dengan mu di telepon tadi? Kenapa kamu sampai sembunyi-sembunyi kayak gitu? Sebenar nya apa yang kamu sembunyi kan?" cecar Lana dengan tatapan penuh curiga.

__ADS_1


"Permisi mas! Aku mau siapin Baby boy kita dulu" ucap nya berusaha menghindari Lana. Bagaimana pun, ia harus pergi secepat nya dari sana sebelum semuanya terungkap. Ia harus menyelamatkan diri nya juga harta benda nya yang telah ia kumpulkan beberapa tahun ini semenjak menikah dengan Lana.


Setelah memastikan Lana keluar dari kamar mereka, Vina pun mulai beraksi dengan mengambil sebuah tas yang tidak begitu besar. Ia hanya akan membawa barang-barang berharga nya seperti perhiasan koleksi nya. Ia memang lebih gemar mengoleksi perhiasan di banding membeli barang-barang branded, tentu tujuan nya selain lebih mudah di jual bila ia membutuh kan uang, perhiasan juga lebih mudah di bawa. Untuk pakaian atau barang lain nya bisa ia beli nanti, yang terpenting saat ini ia harus pergi sesegera mungkin.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...


__ADS_2