
"Sejak kapan?" tanya Azura yang sudah mengangkat wajah nya. Mata mereka kini saling bersirobok.
"Entah sejak kapan, mungkin sejak pertama kali kamu mencium ku atau sejak aku mencium mu di rumah sakit, atau... "
"Kok atau semua sih! Mas Alfi beneran cinta atau cuma mau membuat aku merasa lebih baik aja? Kalau iya, terima kasih banyak" ujar nya dengan sendu, kemudian kembali memalingkan wajah. Dia memang sudah merasa lebih baik, tapi entah mengapa rasa nya ia belum meyakini sepenuh nya kalau Alfi mencintai nya.
Alfi yang tahu mungkin istri nya belum yakin dengan perasaan nya lantas memeluk nya dari belakang membuat Azura tiba-tiba menegang dan pandangan nya meremang, begitu pula Alfi yang kini kembali terpantik gairah nya.
"Ra, yakin sama aku" ucap nya lalu menelan saliva nya karena merasakan milik nya telah menegang di bawah sana.
"Aku memang tak tahu sejak kapan aku mencintai mu. Tapi asal kamu tahu, sudah sejak lama aku menginginkan mu. Hanya saja, bayang-bayang kelam itu sering melintas membuat ku meragu. Maaf kalau aku selama ini sering mengabaikan mu, itu karena aku terlalu takut kembali kecewa. Aku butuh waktu untuk meyakinkan diri ku atas perasaan ku pada mu, karena itu malam ini untuk memastikan segala nya aku memantapkan hati ku untuk mengakui nya. Jadi aku mohon, yakin lah dengan perasaan ku kalau aku benar-benar mencintai mu. I love you, Azura Karenina" Ungkap Alfi penuh kesungguhan.
Azura menyeringai puas saat mendengar penuturan itu. Ia pun segera membalik kan badan nya menghadap Alfi dan tersenyum semanis mungkin.
__ADS_1
"Aku juga mencintai mas Alfi. I love you too" ucap nya membuat Alfi tersenyum lebar dan memeluk nya.
"Benar?" tanya Alfi dan Azura mengangguk mantap.
"Kalau begitu, boleh nambah sekali lagi?" tanya nya sambil menyeringai membuat Azura melotot kan mata nya.
"No, ini aja masih sakit, mas Alfi mau buat aku nggak bisa jalan ya?"
"Kan bisa aku gendong" imbuh nya seraya menaik turunkan alis nya, sedangkan tangan nya telah bergerak liar di tubuh Azura membuat istri nya itu hanya bisa pasrah di bawah permainan suami nya.
*******
Langit telah begitu larut, Azura pun telah tertidur pulas di dalam pelukan Alfi yang masih terjaga setelah pertempuran mereka yang entah ke berapa kali nya. Alfi begitu puas dan bahagia, akhir nya ia bisa benar-benar lepas dari jerat bayang-bayang masa lalu nya.
__ADS_1
Namun, di dalam kebahagiaan itu terselip amarah yang terselubung. Bagaimana ia tak marah, saat memandangi tubuh Azura tadi dapat ia lihat bekas-bekas luka yang ia yakini itu karena Azura merasa jijik dengan bekas-bekas cumbuan para bajing-an itu sehingga ia berupaya menghilangkan nya dengan menggosok nya sekuat tenaga yang berakhir menjadi luka. Oleh sebab itu, saat mencumbu tubuh Azura tadi ia sengaja meninggal kan jejak di bekas-bekas jejak para bajing-an itu untuk membuat Azura benar-benar lupa akan jejak sentuhan itu. Agar diri nya hanya mengingat sentuhan nya, hanya sentuhan dari diri nya.
Tiba-tiba ponsel nya bergetar, Alfi pun segera mengambil ponsel nya dan ternyata itu pesan masuk dari Zie.
'Wanita itu telah melahirkan. Kita di minta ke rumah sakit besok, jangan tidak datang! Ini permintaan ayah untuk menjaga nama baik keluarga di depan mata masyarakat'
Setelah membaca pesan itu, Alfi mendengus.
'Awas saja kalau kau terlibat dengan peristiwa kemarin! Kalau sampai iya, aku takkan pernah memaafkan mu' gumam nya dengan tangan terkepal.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak