Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
95


__ADS_3

"Apa yang sebenar nya kau ingin kan?" desis Alfi dengan sorot mata menggelap.


"Aku.. aku hanya ingin melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri" sahut Azura setengah gugup.


"Oke, kalau kau mau melaksanakan kewajiban mu. Satu mulai besok kau harus mencuci semua baju ku, pakai tangan karena aku tak suka menggunakan mesin cuci apalagi jasa laundry dan pewangi nya pun khusus. Aku tidak suka melihat adanya kesalahan. Dua, kau harus selalu memasak untuk ku. Aku lebih suka makanan home made, lebih terjamin dan higienis. Tiga, kau harus membersih kan apartemen ini sendiri, tanpa bantuan asisten rumah tangga apalagi jasa cleaning servis sebab aku tak suka unit ku di masuki orang lain tanpa seizin ku. Aku harap setiap sudut di semua bagian ruangan di bersihkan dan tak ada penolakan. Nah itu kewajiban mu, kau paham sekarang apa saja kewajiban mu, bukan!" ucap Alfi panjang lebar membuat Azura mengangakan mulut nya tak percaya.


"Mas dokter itu menikahi aku untuk di jadiin istri bukan babu, kenapa malah di beri pekerjaan sebanyak itu. Oke, aku yang masak tapi mencuci pakaian pakai tangan terus bersih-bersih apartemen sebesar ini, mas dokter mau membunuh ku secara halus dan perlahan ya?" Azura mendelik seraya mendudukkan tubuh nya. Ia bahkan sampai lupa tujuan nya masuk ke dalam kamar ini. Posisi mereka yang terlalu dekat dan saling berhadapan, sontak saja membuat Alfi salah tingkah tapi ia berpura-pura tak peduli dengan tubuh seksi di hadapan nya sebab setiap melihat kondisi seperti ini, ada sekelebat bayangan yang melintasi memori otak nya.


"Aku tidak mau tau menau, bagi ku itu tugas mu sebagai istri jadi kau harus melakukan nya dengan baik dan benar" tegas Alfi membuat Azura lantas berdiri dan berjalan sambil menghentakkan kaki.

__ADS_1


"Kalau aku nggak mau?" Azura membalik tubuh nya menghadap Alfi.


"Ya sudah, aku akan minta Steven saja. Dia pasti dengan senang hati membantu ku mengurus apartemen ini" ucap Alfi membuat Azura membulat kan mata nya.


"No no no.. oke oke oke, aku akan lakukan tugas ku. Tapi awas ya mas dokter, jangan sampai mas dokter bawa pelakor itu kesini kalau nggak mau aku buat pisang kalian berdua bonyok" ancam Azura sambil menunjuk kan kepalan tentu nya membuat Alfi diam-diam mengulum senyum lega.


Sebelum keluar, tiba-tiba Azura dengan gerakan secepat kilat menyambar bibir Alfi dan sedikit melu*mat nya membuat Alfi membelalak kan mata nya.


"Selamat malam mas dokter ku, have a nice dream. Emmuach... " ujar Azura seraya memberikan kecupan jauh dari depan pintu kemudian benar-benar berlalu dari hadapan Alfi yang masih mematung di tempat nya.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Pagi-pagi sekali, aroma masakan telah menyeruak memenuhi ruangan yang berdekatan dengan dapur. Bahkan Alfi yang baru saja membuka mata nya cukup terkejut dengan harum masakan yang cukup menggugah selera nya itu. Padahal ia baru saja bangun tidur, tapi karena aroma masakan itu, perut nya langsung saja meronta ingin diisi. Alfi sampai penasaran, dari mana sumber aroma senikmat itu. Setelah beberapa tahun menunggu apartemen ini, tidak pernah ada orang lain yang menginjak kan kaki nya hingga masuk ke dalam apartemen milik nya selain orang tua dan kakak nya yang menyebalkan itu. Sedang kan suami Zie hingga saat ini belum pernah datang kesana karena kesibukan nya dengan pekerjaan nya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2