Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
91


__ADS_3

"Itu... bisa ya bisa juga tidak. Kita lihat saja nanti" ujar Azura sambil mengangguk-anggukan kepala nya.


"Ya sudah, istirahat lah dahulu. Nanti makan siang biar delivery saja"


"Jadi seriusan kita pisah kamar?" tanya Azura lagi.


Tapi Alfi mengabaikan pertanyaan nya dan memilih berlalu dari kamar itu.


"Ish, pak dokter galak makin lama makin gemesin aja deh! Duh, gimana kalau aku jatuh cinta sama dia duluan ya! Oh no, jangan Ra jangan sampai kamu jatuh cinta! Itu nggak boleh terjadi. Kamu nggak mau kan berakhir patah hati. Ya, nggak boleh!" gumam Azura tanpa ia sadari kalau Alfi masih berada di depan kamar nya dengan tangan mengepal.


*****


"Masya Allah, ternyata suami aku jadi ganteng maksimal kalau pakai kacamata" seru Azura seraya menghempas kan bokong nya di samping Alfi yang tengah membaca buku jurnal nya. Alfi melepaskan kacamata dan menatap lekat Azura.


"Benar kah? Kalau tidak pakai kacamata?"


"Tetap ganteng sih, cuma kadar kegantengan pak dokter jadi makin plus-plus, makin imut juga. Ih gemesin deh!" ujar Azura seraya mencubit kedua pipi Alfi. Alfi mendengus lalu memakai kembali kacamata nya.


"Pak... pak dokter" panggil Azura seraya menarik-narik lengan Alfi.

__ADS_1


"Hmmm... " sahut nya acuh.


"Ck... lh nyebelin deh kalau kulkas 10 pintu nya mode on" Rajuk Azura.


"Ada apa Azuraaaa... "geram Alfi tapi justru membuat Azura tersenyum lebar.


"Yes, ini akhir nya pak dokter bisa nyebut nama ku juga. Kirain selama ini pak dokter nggak tau nama ku karena itu nggak pernah sekalipun nyebut nama ku" celoteh Azura yang membuat Alfi menyentil dahi nya.


"Kalau aku nggak tau nama kamu, jadi nama siapa yang aku sebut pas ijab kabul, hm? Ada apa? Jangan yang aneh-aneh!" Alfi memperingat kan terlebih dahulu membuat Azura cengar-cengir.


"Pak, selama kita kenal kan pak dokter nggak pernah tuh ajakin aku makan di luar. Makan yuk! Udah mau masuk jam makan malam nih!" ujar Azura seraya memeluk lengan Alfi.


"Nggak pernah? Kamu lupa pas kita makan setelah kejadian di jembatan itu?"


"Memang nya kamu siapa mau candle light dinner sama aku?"


"Ish, pak dokter, sama istri sendiri kok gitu sih!" Rajuk Azura.


"Ya udah, kalau gitu aku mau terima ajakan dokter Mario aja. Nih liat dia tadi ajakin aku makan malam di luar. Belum aku balas sih soal nya pengen ku sama suami sendiri tapi suami nya malah model kayak gini, ya udah sama pak dokter Mario aja deh" kesal Azura sambil mengetik kalimat balasan.

__ADS_1


Belum sempat pesan balasan itu dikirim, Alfi telah merebut ponsel Azura dan memasukkan nya ke dalam saku celana nya.


"Pak dokter balikin ih ponsel aku, aku mau balas pesan pak dokter Mario dulu sebelum ajakan nya kadaluarsa" Azura berusaha mengambil ponsel dari saku celana Alfi, tapi Alfi selalu bisa memutar tubuh nya sehingga Azura tak bisa mengambil ponsel itu. Tak kekurangan akal, Azura naik ke punggung Alfi dengan tangan berusaha merogoh saku celana Alfi. Namun tiba-tiba, kaki Alfi terantuk kaki sofa membuat nya kehilangan keseimbangan dan terjatuh di atas sofa menimpa Azura.


"Aduh... "


Alfi pun segera membalik kan badan nya sehingga posisi nya seperti sedang mengungkung Azura.


Melihat Azura yang berada di bawah nya, sontak membuat jantung Alfi berdebar lalu dengan segera ia merubah ekspresi nya menjadi datar seperti biasa nya.


"Pak dokter, balikin ponsel aku!"


"Kau mau makan malam kan, segeralah bersiap! Aku tunggu dalam 15 menit" ujar nya seraya bangkit dari atas tubuh Azura. Tapi belum sempat Alfi benar-benar bangkit, Azura telah lebih dahulu menarik tengkuk Alfi dan memberikan kecupan sekilas.


"Terima kasih mas Dokter ku" ujar Azura seraya mengerling kan sebelah mata nya. Lalu ia pun segera melompat menjauhi macan yang kapan saja siap mengaum.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2