Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
63


__ADS_3

Azura tetap bekerja seperti biasa nya, beruntung tidak ada seorang pun yang mengenali diri nya saat ini. Dengan sigap, ia kesana kemari mencatat pesanan dan mengantarkan nya ke meja pengunjung. Begitu seterus nya berulang kali.


Karena terlalu sibuk, Azura tidak menyadari ada dua pasang mata yang semenjak tadi mengawasi nya.


"Lo sekarang ganti pekerjaan jadi bodyguard Al?" ejek William sambil terkekeh.


"Takut calon bini lo di gondol maling hah?" lanjut nya lagi membuat Alfi mendengus.


"Gue cuma jaga-jaga takut dia ngelakuin sesuatu yang bisa mempermalukan gue dan keluarga besar gue" kilah nya sambil meminum mocktail milik nya.


"Halah, alasan lo Al!" ledek William.


"Kalo lo nggak mau temenin gue, pulang aja sana" usir Alfi jengah karena selalu di ledek.

__ADS_1


"Whoaaa, jangan marah Al! I'm just kidding. Tapi Al serius loe mau nikahin dia? Kata lo, lo nggak suka dia jadi kenapa lo mau nikahin dia? Kalau lo nggak mau nikah sama dia, gue bersedia kok. Jujur nih, gue suka sama dia. Jadi daripada lo nikahin dia cuma buat nyakitin, mending lo oper ke gue. Dengan senang hati gue jadiin dia bini" ujar William santai sambil menghembuskan asap rokok dari hidung nya.


Alfi mendengus dengan tangan mengepal di dalam saku celana. Lalu ia berjalan dengan santai ke arah Azura yang tengah berbincang sambil tertawa dengan Leon sembari menunggu minuman yang di pesan pelanggan.


Greppp...


Bugh...


"Stop, ini aku!" seru Alfi saat Azura hendak melepas kan pukulan kedua ke perut nya.


"Pak dokter?" seru nya tak percaya. la pikir, orang yang memegang tangan nya itu adalah pria hidung belang, namun ternyata ...


"Maaf, sakit ya pak dokter?" cicit Azura merasa bersalah.

__ADS_1


"Pokok nya saya nggak mau tau, antar saya pulang sekarang!" titah nya tegas membuat Azura dan Leon bengong. Pun Wiliam yang sudah berjalan mendekat ke arah nya ikut melongo mendengar nya.


'Steve pasti bakal mengejek Alfi habis-habisan kalo liat apa yang dilakukan teman nya satu ini!' gumam William sambil menggelengkan kepalanya.


Kini Azura dan Alfi telah berada di tempat parkir. Sebenar nya Azura tidak di perkenan kan pulang lebih cepat apalagi Azura telah terlalu sering absen kerja dalam satu bulan itu, tidak seperti sebelum-sebelum nya. Tapi berkat ancaman William, Azura pun di perkenan kan pulang. Pak Salman jadi penasaran, bagaimana bisa seseorang seperti Azura bisa mengenal polisi seperti William. Padahal Azura tidak mengenal nya sama sekali selain mengetahui bahwa itu teman Alfi karena ia pernah melihat nya mengobrol di kantor polisi.


"Pak dokter, pulang sendiri bisa kan? Masa' cuma kena tonjok perut nya sekali doang sampai nggak bisa nyetir" Azura mencoba menghindar dari si dokter galak yang kerap membuat nya kesal. Tarik ulur biar manjur, terbukti kan pak dokter malah modus biar di anterin padahal cuma kena tonjok doang.


"Saya memang masih bisa menyetir, tapi tidak ada jaminan selamat sampai tujuan. Kamu seenak nya mukul saya kayak samsak, kamu pikir nggak sakit. Atau perlu saya balik pukul biar kamu tau rasa nya?" delik Alfi membuat Azura segera menutup perut nya dengan telapak tangan nya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak


__ADS_2