Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
70


__ADS_3

"Mengapa?"


"Setidak nya aku memiliki alasan yang jelas, yaitu aku menyukai nya" ucap Mario santai membuat Alfi tersenyum kecut.


"Apa itu cukup?"


"Jauh lebih baik dari pada dirimu Al! Aku yakin, kau tidak memiliki perasaan apa-apa pada nya jadi aku akan menyelamatkan mu dari pernikahan yang tak kau inginkan" ucap Mario dengan sorot mata penuh kesungguhan.


Alfi mendengus.


"Apa kau bercanda?" tukas nya dengan sorot mata tajam.


"Sudah aku katakan, aku serius. Jadi batal kan saja pernikahanmu, aku yang akan mengambil alih tanggung jawab mu. Kau tenang, aku senang dan gadis itu pun akan lebih senang. Setidak nya ia tak kan menderita karena di nikahi seseorang yang tidak memiliki perasaan seperti dirimu. Walaupun dia belum mencintai ku, setidak nya juga aku memiliki alasan yang kuat"


Alfi terkekeh kecil, netra nya beralih ke Azura yang masih memejam kan mata nya.

__ADS_1


"Sorry Yo, aku tak mungkin membatalkan nya. Kau sudah lihat kan, undangan telah disebar. Walaupun aku kecewa dengan keluarga ku, tapi aku tidak ingin membuat mereka menanggung malu. Apalagi bukan kah ini yang mereka harapkan, walaupun yah... gadis itulah yang akan menanggung akibat nya" ujar nya santai.


"Kau jangan egois Al! Kau tidak bisa menumbal kan diri nya untuk kepentingan mu dan keluarga mu"


"Terserah. Tak usah ikut campur Yo! Kau tidak tau apa-apa jadi lebih baik diam" tegas Alfi dengan tangan terkepal.


"Oke, kalau kau masih bersikeras menikahi nya. Tapi bila suatu hari nanti kau menyakiti nya, aku tak kan segan-segan mengambil nya dari sisi mu" tegas Mario, lalu ia berdiri dan berlalu dari ruangan itu sambil tersenyum tipis.


*****


"Lanjutkan!" titah Alfi saat ia selesai dengan tugas nya. Kini giliran asisten dokter lah yang melanjut kan untuk menjahit luka-luka sayatan dan pembedahan yang baru saja Alfi lakukan.


Sementara asistensi nya menyelesai kan tugas nya, Alfi melepas handscoon dan membuang nya ke tempat sampah. Membuka gown khusus operasi kemudian mencuci tangan nya hingga bersih.


"Tolong setelah selesai, buat laporan hasil observasi dan letak kan di ruangan saya!" titah nya lagi pada asisten nya pagi itu sebelum keluar dari ruang operasi.

__ADS_1


Dengan langkah panjang, Alfi segera berjalan menuju ruang rawat Azura. Saat pintu ruangan itu terbuka, Alfi lantas mengerut kan kening nya karena melihat sosok yang sifat nya hampir sama dengan Azura, siapa lagi kalau bukan sang kakak.


"Ngapain kak Zie di sini?" desis Alfi tak suka saat melihat ada Zie di dalam sana. Lalu ia menghampiri Azura yang ternyata telah sadar kan diri.


"Ck... emang salah ya besuk calon adik ipar sendiri? Dia lagi sakit lho, mana sendirian terus ya mana tega kakak. Emang kamu, main tinggal aja" sindir Zie sinis.


"Kakak masih mata-matain Alfi? Siapa lagi mata-mata kak Zie kali ini? Dan sampai kapan kak Zie bakal mata-matain Alfi, hah?" kesal Alfi karena dari dulu Zie selalu saja memata-matai diri nya. Alfi sendiri bingung, Zie itu seorang dokter bedah yang super sibuk, tapi pekerjaan nya sudah seperti agen FBI, memiliki mata-mata di mana-mana.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak....

__ADS_1


__ADS_2