Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
129


__ADS_3

"Lo tau tempat nya?" tanya Mario


Alfi mengangguk seraya tetap melangkah.


"Untung aja setiap bepergian, Angkasa selalu memakai smartwatch yang pernah gue kasih pas dia ulang tahun. Gue pernah aktifin GPS nya, dari sana kita bisa cari lokasi nya"


"Gue ikut, gue nggak terima kalau sampa terjadi sesuatu sama Azura" tukas nya dengan tatapan mata nyala. Ia pun ikut emosi.


Mata Alfi memicing tajam, entah dia tiba-tiba kesal mendengar perkataan Mario yang sangat khawatiran dan perhatian. Tapi tak mungkin ia mempermasalahkan nya saat ini. Ada yang lebih penting dari pada menunjuk kan ketidaksukaan nya pada perkataan Mario. Keselamatan Azura dan Angkasa, itu hal yang paling utama.


Alfi dan Mario pun segera masuk ke dalam mobil. Kali ini, Alfi lah yang memegang kendali atas mobil nya. la tengah memburu waktu, ia tidak tenang bila bukan diri nya sendiri yang menyetir. Untung saja, tremor nya telah berhasil ia atasi.


Mario masuk ke mobil dengan patuh tanpa banyak bertanya. Walaupun dalam otak nya kini bertanya-tanya bagaimana bisa ini terjadi dan siapa yang ingin menyakiti Azura?

__ADS_1


Bukan hanya Mario, Alfi pun demikian. Ia begitu penasaran, apalagi ia tahu Azura memiliki kemampuan bela diri yang cukup tinggi. Bagaimana bisa ia di taklukkan semudah itu? la yakin, para penculik itu telah merencanakan semua ini dengan matang. Tapi siapa mereka dan mengapa? Tangan Alfi meremas kemudi dengan erat. Rasa khawatir kian membuncah, ia bahkan sampai mengumpat beberapa kali karena kesulitan mengontrol emosi. Apalagi hari sudah kian larut, Azura dan Angkasa pasti saat ini tengah ketakutan. Mereka kini pasti tengah kedinginan.


"Ya Tuhan, tolong lindungilah Azura dan Angkasa! Aku mohon" lirih Alfi seraya mengemudikan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata.


1 jam sebelum nya.


"Tante, itu mobil punya opa" pekik Angkasa saat melihat sebuah mobil sedan berwarna hitam pekat telah terparkir tak jauh dari tempat mereka makan es krim.


"Beneran?" tanya Azura meyakinkan sebab ia belum tau mobil apa dan siapa sopir yang akan menjemput mereka.


"Ya udah, yuk kita naik. Udah sore ini, bentar lagi malam. Entar om galak kamu marahin tante karena telat bawa pulang keponakan nya tersayang" seru Azura seraya mencubit pipi Angkasa gemas. Angkasa terkekeh sebab memang benar om Alfi nya itu terkenal galak, tapi tidak dengan nya. Jadi wajar kan kalau orang-orang mengatakan Angkasa keponakan tersayang Alfi. Bagaimana nggak kesayangan coba, Angkasa itu merupakan keponakan Alfi satu-satu nya.


Lalu Azura dan Angkasa pun langsung masuk ke dalam mobil. Angkasa langsung merebah kan kepala nya ke pangkuan Azura tanpa melihat lagi sang sopir. Angkasa merasa mata nya sangat mengantuk karena itu ia langsung saja memejam kan mata nya setelah kepala nya di rebahkan. Setelah Angkasa memejamkan mata, Azura mengangkat kepala nya dan menatap sang sopir yang masih asing di mata nya.

__ADS_1


"Anda benar sopir yang di kirim Dokter Alfi kan?" tanya Azura.


Sopir itu mengangguk tanpa menoleh.


"Benar nona" Lalu sopir itu melajukan mobil itu membelah jalanan yang masih agak padat.


Tapi yang membuat Azura heran, mobil itu justru melewati jalan yang berbeda dengan jalan biasa nya. Sopir itu justru membawa mereka melewati jalanan yang sepi membuat Azura bersikap waspada.


"Pak, kok lewat sini? Ini bukan jalan menuju apartemen. Bapak tau kan jalan menuju apartemen dokter Alfi?" tanya Azura tapi sopir itu justru tersenyum miring membuat Azura tersentak.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2