
Sepulang nya dari rumah sakit, Alfi mengajak Azura ke suatu tempat. Entah, Azura merasa tidak bersemangat seperti biasa nya. Ia seharian ini saja hanya uring-uringan. Ingin mengerjakan pekerjaan rumah juga tidak bisa lagi sebab Alfi telah menggunakan jasa art baik untuk masak, mencuci, maupun bersih-bersih jadi ia nyaris tidak memiliki pekerjaan sama sekali.
Sepanjang perjalanan, kedua nya hanya saling terdiam. Hanya Alfi saja yang sesekali menarik telapak tangan Azura lalu mengecup punggung tangan nya seraya tersenyum manis. Namun, ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia tidak berniat memberitahu kan kemana ia hendak mengajak Azura sore ini.
Namun sepanjang perjalanan, Azura menyadari satu hal. Ia sangat mengenali jalan yang sedang mereka lewati ini. Azura sampai menegak kan punggung nya untuk melihat jalanan yang sedang mereka lewati.
Azura membelalak kan mata nya saat sebuah gerbang terbuka lebar kemudian Alfi segera memasuk kan mobil mereka ke sebuah pekarangan rumah yang cukup besar itu. Walau pun rumah itu tidak sebesar rumah utama keluarga Wijaya, tapi rumah itu merupakan rumah ternyaman yang pernah Azura tempati. Rumah dengan berjuta kenangan, baik susah, senang, sakit, ia lalui di sana bersama dengan keluarga nya.
Ya, rumah itu merupakan rumah keluarga nya dahulu. Karena hutang yang membengkak, ayah mereka terpaksa melepaskan rumah itu sebelum meninggal.
Lalu kini, mengapa tiba-tiba Alfi mengajak nya kesana?
"Mas ini... " Nafas Azura tercekat. la tak berani menduga-duga mengapa suami nya itu mengajak nya kesana. Bisa saja rumah ini telah menjadi milik salah satu teman atau pun rekan kerja Alfi dan Alfi mengajak nya kemari karena untuk menemui seseorang.
__ADS_1
Alfi tersenyum lebar lalu menyerah kan sebuah kunci ke tangan Azura membuat istri nya itu berkaca-kaca.
"I-ini maksud nya apa mas?"
"Ini hadiah untuk mu. Hadiah pernikahan kita" ujar Alfi santai membuat Azura membulat kan mata nya.
"Mas, tapi ini... terlalu mahal. Mas Alfi udah banyak banget ngelakuin sesuatu untuk aku. Mas udah kasi aku uang, apartemen, motor, lunasin hutang, lalu rumah ini.... mas nggak perlu gini. Aku memang merindukan rumah ini, tapi mas nggak perlu kasi aku hadiah segini nya buat aku"
Lalu Alfi memeluk tubuh Azura dari belakang sekaligus melabuhkan bibir nya di ceruk leher Azura membuat darah Azura berdesir.
"Tapi entar duit mas Alfi habis. Entar aku nggak bisa shopping lagi dong!" seloroh Azura membuat Alfi tergelak.
"Kalau begitu aku akan bekerja lebih keras supaya uang ku nggak pernah bisa habis jadi istri ku ini bisa tetap shopping" balas Alfi membuat Azura mengecup pipi nya gemas.
__ADS_1
"Kok mas baik banget sih! Padahal aku istri yang jauh dari kata sempurna lho"
"Tapi istri aku ini lah yang membuat hidup ku jadi sempurna. Ayo masuk, aku ingin menunjuk kan sesuatu padamu!"
Mata Azura kian berbinar saat Alfi mengajak nya masuk ke dalam rumah penuh kenangan nya.
Mata nya kian berbinar saat melihat ruang tamu rumah itu telah di dekorasi sedemikian rupa sehingga terlihat seperti sedang menyambut kepulangan nya setelah sekian lama tidak menginjak kan kaki nya di sana.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...