Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
60


__ADS_3

Di tatap nya mata Eza lekat. Dapat Azura rasa kan kalau Eza sungguh-sungguh pada nya. Tapi pernikahan ini bukan hanya perkara cinta, tapi ada tanggung jawab nya di dalam sana. la terikat kontrak, kontrak yang akan banyak menguntungkan nya. Tap peduli ada atau tidak ada cinta di dalam nya, yang pasti ia membutuh kan pernikahan ini untuk melancarkan segala rencana nya. Terlebih lagi, agar ia bisa segera terbebas dari jeratan hutang yang sungguh sangat mencekik. Lagi pula perjanjian ini memiliki batas waktu 1 tahun bukan? Itu tidak lah lama. Kalau memang ia tidak dapat memenangkan pertarungan ini atau bila batas waktu nya telah berakhir, bukan kah ia akan segera bercerai. Bila memang Eza masih mencintai nya, maka ia akan memberikan kesempatan pada lelaki itu untuk mendapat kan cinta nya. Apalagi Eza itu sosok yang baik, tentu tak kan sulit untuk mencintai nya.


Azura pun membalas menatap lekat mata Eza yang tersirat jelas penuh pengharapan, kemudian balik menatap Alfi yang tatapan nya seperti biasa, datar dan tak tertebak. Sebenar nya masih banyak teka-teki mengenai alasan Alfi mau menikahi nya. Sebab sebagai anak keluarga terpandang, tentu tak sulit untuk mengklarifikasi mengenai foto yang tersebar itu. Bukan nya sebalik nya, mengakui kalau mereka memiliki hubungan.


Azura kembali memejam kan mata nya, kemudian dalam hitungan detik mata Azura pun kembali terbuka. la tak bisa mundur lagi, masa depan diri nya dan Hasna kini di pertaruh kan. Yang penting dia harus membentengi diri agar tak mudah jatuh hati dan bersiap untuk segala kemungkinan termasuk gagal dalam pertarungan ini.


"Za, terima kasih lo udah baik sama gue selama ini. Terima kasih juga karena lo mau mencintai gue, gadis yang penuh kekurangan ini. Tapi gue nggak bisa mundur, pernikahan kami udah di siapkan. Doain aja kami bisa menjalani nya dengan baik. Gue doakan, lo dapat yang lebih baik dari gue" ucap Azura tulus.


Eza menghela nafas panjang, sedikit kecewa. Tapi perasaan tak bisa di paksakan bukan. Ia harus menerima dengan lapang dada.

__ADS_1


Sedangkan di belakang nya, Alfi berdiri sambil melipat kedua tangan nya di depan dada sambil tersenyum sinis.


"Huft.. oke kalau itu yang jadi pilihan lo. Tapi ingat ini, bila suatu hari dia nyakitin lo. Datang lah kesini, tangan gue selalu terbuka buat lo" sahut Eza bijak sambil melirik Alfi.


Azura lantas tersenyum lebar sambil mengangguk.


"Teman?" ucap Azura sambil mengulur kan tangan nya.


"Sudah drama nya? Buruan, kita mesti ke butik untuk fitting gaun pengantin!" ketus Alfi sambil melangkah kan kaki nya keluar dari gudang yang entah mengapa kini terasa sangat panas.

__ADS_1


Azura yang menyadari tingkah Alfi pun langsung melepaskan pelukan nya dan berlalu meninggal kan Eza.


Sepanjang perjalanan menuju Amel's Butik, wajah Alfi terlihat di tekuk masam. Hening, tak ada perbincangan sama sekali. Kedua orang itu sudah seperti sepasang orang bisu.


Tak butuh waktu lama, kini kedua nya telah tiba di Amel's Butik. Tanpa mempedulikan Azura, Alfi justru dengan langkah tegap yang sudah seperti pemimpin upacara masuk ke dalam butik meninggal kan diri nya di luar sendirian. Kesal seakan tidak di peduli kan, Azura pun bersikap acuh tak acuh dan berdiri santai sambil bersandar di pintu mobil.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2