Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
166


__ADS_3

Berbeda dengan Lana, Vina justru shock melihat keberadaan Alfi dan Azura. Lalu di belakang nya di susul Zie, dan Mario. Wajah Vina memucat sempurna. Ia seakan sedang di kepung musuh-musuh nya. Ia sampai mengeratkan pelukan nya pada Betrand yang sedang terlelap seolah tengah mencari perlindungan dari orang-orang itu.


"Mas, aku pergi dulu ya!" Vina masih berusaha untuk kabur.


"Tunggu dulu Vina! Jangan bawa Betrand!" Lana masih berusaha menghentikan nya.


"Lana! Alfi kan udah bilang perempuan itu benar, jadi suka-suka dia mau bawa anak nya kemana. Untuk apa di henti kan!" sewot Zie yang kini sudah ikut naik ke tangga menuju lantai atas tempat Vina dan Lana berdiri.


"Apa maksud kak Zie, bagaimana pun dia anak ku dan keponakan kalian. Jadi wajar aku melarang nya mengajak Betrand keluar. Apalagi cuaca mulai mendung, sebentar lagi pasti akan hujan" Lana masih belum mengerti kemana arah pembicaraan Alfi dan Zie.


Kesal adik angkat nya itu tak kunjung mengerti, Zie segera membuka sebuah amplop berlogo rumah sakit ternama milik Alfi. Lalu ia membuka lembar kertas itu dan mendekatkan nya pada Zie agar Lana segera membaca isi nya.


Lana sontak membelalak kan mata nya saat membaca isi surat tersebut sampai tanpa sadar ia melepaskan cekalannya pada tangan Vina.


"Ti-tidak mungkin!" gumam Lana sambil meremas dada nya yang tiba-tiba berdenyut untuk sakit.

__ADS_1


"Lana" seru Azura dan Zie panik.


Melihat semua orang sibuk fokus pada Lana, Vina pun berusaha untuk kabur sampai suara menggelegar Alfi membuatnya kian panik.


"Mau kemana kau ja*lang? Kau pikir kau bisa melepaskan diri dan kabur dengan kekasih mu itu?" ucap Alfi sambil menyeringai membuat tubuh Vina lemas dan kaki nya gemetar.


"Sekarang kau lihat ke bawah!" titah nya membuat Vina mengarah kan pandangan nya ke bawah. Mata nya membulat sempurna saat Stevan dan William menyeret seseorang dan menghempaskan nya tanpa kasihan di lantai. Wajah pria itu tampak sudah babak belur dengan darah yang menetes dari ujung bibir, hidung, juga pelipis.


Brakkk...


"Be-Beni" cicit Vina yang masih di pertengahan tangga.


"Kenapa? Terkejut melihat kekasih mu babak belur?" ejek Alfi.


Tak ingin mengalami hal serupa, Vina pun segera kembali melangkah kan kaki nya menuruni anak tangga. Namun naas, karena kaki nya yang terlampau gemetar membuat nya tak sanggup menopang tubuh nya sendiri hingga ia pun terpleset dan terguling ke lantai bawah.

__ADS_1


"Aaakh... "


"Betrand... "


Seru Lana, Zie dan Azura bersamaan dengan mata membulat sempurna karena terkejut saat melihat bayi mungil itu terlepas dari tangan Vina hingga terpental ke atas lantai yang dingin. Terdengar jerit tangis memilukan dari bibir mungil bayi itu.


Mario yang berada di lantai bawah segera berlari dan memeluk Betrand seraya memberikan pertolongan pertama. Vina dan Beni membelalak kan mata nya saat melihat bayi tak berdosa itu jatuh di lantai yang dingin. Terlihat dari netra mereka, darah mulai merembes mengalir dari kepala nya. Dengan tertatih, Lana turun dari lantai atas ingin melihat bayi kecil itu. Bayi yang tak berdosa, bayi yang di manfaat kan orang tua nya untuk mengeruk keuntungan dan kekayaan dari nya. Alfi, Azura, dan Zie pun mengikuti, mereka turut panik. Mereka memang membenci Vina, tapi tidak dengan bayi mungil itu. Bayi mungil itu tidak lah bersalah sama sekali. la masih suci, tanpa noda, apalagi dosa.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2