Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
106


__ADS_3

Sontak saja, mata nya berbinar cerah saat melihat setumpuk uang merah yang berada di dalam amplop coklat itu. Ia sampai berseru dengan penuh semangat sambil melompat-lompat kegirangan seperti seseorang yang baru mendapat kan durian runtuh. Tumpukan itu sangat tebal. Azura yakin, total uang itu di atas 10 juta karena itu ia merasa sangat bahagia. Diam-diam, Alfi tersenyum tipis melihat kelakuan Azura yang seperti anak kecil baru mendapat kan mainan baru dari orang tua nya.


"Wah, makasih banget ya pa dokter! Jadi makin semangat deh kerja nya!" seru nya sambil melanjut kan pekerjaan nya lagi.


"Entar malam aku bakal masak enak sebagai ucapan terima kasih" imbuh Azura tapi dicegah Alfi namun Alfi hanya mengacuhkan nya.


Kring.. kring..


"Woy, kampreto! Lama-lama gue santet juga bini lo yang tingkat kegilaan nya sudah melampaui batas!" pekik Stevan di sambungan telepon. Saat ini Alfi sudah di kamar karena perbincangan nya dengan Stevan takut di dengar oleh Azura.

__ADS_1


"Emang dia ngapain lagi? Ngirim surat kaleng? Bangkai tikus? Teror telepon terus-terusan?" tanya Alfi sambil mengulum senyum membayang kan kegilaan Azura yang benar-benar mengira Stevan itu adalah pasangan sesama jenis nya.


"Nggak, bukan itu. Ini lebih parah lagi" ucap Steven dengan nada frustasi.


"Lo tau nggak, dia ngiklanin gue di aplikasi jual beli dengan caption 'Cowok Buluk Flash Sale'. Gimana gue nggak naik darah coba? Emang gue cowok cuci gudang sampai harus di flash sale kayak gitu, emang sih wajah gue diblur tapi ya tetap lah bagi yang kenal gue pasti bisa ngenalin wajah gue yang tampan. Bener-bener bini lo Al! Ini nama nya penghinaan dan gue nggak terima" tukas Stevan dengan bersungut-sungut.


"Lo ladenin aja, lo kan suka huru-hara" sahut Alfi santai sambil terkekeh dan menyandar kan punggung nya di tembok.


"Ogah dah ngeladenin cewek gila kayak bini lo, bisa-bisa gue hipertensi karena keseringan ngeladenin bini lo itu. Fix, gue mau putus dari lo! Gue nggak sanggup ngeladenin kegilaan bini lo lagi!"

__ADS_1


"Lo nggak mau lima puluh juta dari gue?"


"Ogah makan sogokan lo, buat apa coba? Nggak lama lagi juga duit nya habis buat berobat karena gue mendadak hipertensi, sakit jantung, gagal ginjal karena ulah bini lo itu. Pokok nya gue nggak mau lagi lo kambing hitamin. Jangan minta bantuan gue lagi buat urusan begituan! Gue masih pingin berumur panjang. Gue belum nikah bro, gue nggak mau masa lajang gue berakhir di rumah sakit. Asli gue salut lo bisa bertahan selama ini satu atap sama bini lo yang gila itu. Gue yang nggak satu atap aja nyerah, lah lo sanggup bertahan lebih dari satu bulan malah"


Sedikit terhanyut, perkataan Stevan menyadar kan ketahanan diri nya yang sanggup menghadapi setiap kelakuan liar, gila, dan absurd Azura. Mengingat betapa nekat nya Azura yang berupaya begitu keras untuk meruntuh kan pertahanan diri nya kadang membuat nya tidak habis pikir. Tindakan nekat dan aksi gila nya sudah jadi makanan sehari-hari bagi nya. Justru ia terkadang sengaja memancing kekesalan Azura dengan melakukan berbagai hal. Sungguh, melihat Azura yang ngomel-ngomel apalagi saat ia sambil beres-beres merupakan hiburan tersendiri dan ia mengakui kalau ia begitu menikmati semua itu. Hidup nya kini jadi lebih berwarna, tidak monoton, dan lebih menyenang kan semenjak kedatangan Azura dalam hidup nya. Harus kah ia berterima kasih pada Zie karena telah mengirim kan sosok Azura ke dalam hidup nya yang hambar itu? Entah lah.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2