Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
76


__ADS_3

Azura, Zie, dan Hasna kini telah berada di sebuah ruangan hotel tempat diadakan nya akad nikah.


Di dalam nya, terdapat sebuah panggung minimalis dengan sebuah meja berbentuk persegi panjang tempat di lakukan nya akad. Bahkan Alfi telah duduk di salah satu kursi di dampingi sang ayah dan juga seorang penghulu dan wali hakim. Di bawah panggung, juga sudah tersusun rapi kursi-kursi yang sebagian besar telah di duduki keluarga besar Wijaya dan para tamu undangan.


Azura mendadak merasakan jantung nya berpacu dengan kencang, tangan nya pun mulai berkeringat dingin. Azura makin makin kesulitan bernafas saat mata nya bersirobok dengan mata Alfi. Aneh, tatapan itu tidak tajam seperti biasa nya. Entah apa yang di pikirkan dokter galak nya saat ini.


"Kak" tegur Hasna saat melihat langkah Azura terhenti. Hasna pun dapat merasakan ketegangan yang di rasakan Azura.


"Cie, calon pengantin nervous ya!" goda Hasna sambil tersenyum lebar.


"Kamu apaan sih Has" desis Azura yang berusaha mengontrol degup jantung nya.


Lalu Azura pun melanjut kan langkah nya.


Saat akan menaiki panggung, sebuah tangan terulur di depan wajah Azura. Azura pun mendongak kan wajah nya menatap sang pemilik tangan yang juga sedang menatap nya dengan teduh. Teduh? Aduh, tiba-tiba saja Azura merasakan tremor!

__ADS_1


'Ya ampun! Apalagi ini? Kenapa aku jadi gemetar gini?' batin Azura.


"Bagaimana?" tanya sang penghulu pada saksi yang duduk mengelilingi pasangan pengantin itu.


"SAH."


"SAH."


"SAH."


Seru para saksi dan tamu undangan menggema di sebuah ruangan yang merupakan bagian dari hotel berbintang lima itu.


"Ck... apa bagus nya gadis itu? Mengapa Alfi mau-mau nya menikah dengan gadis seperti itu. Pasti dia hanya mengincar harta kekayaan keluarga Wijaya saja" gumam seorang yang perut nya tampak membuncit. Gumaman ketidaksukaan itu sangat pelan dan nyaris tak terdengar. Wajah nya pun sungguh masam, sudah seperti jeruk purut.


"Ada apa?" tanya sang suami saat melihat wajah istri nya terlihat masam.

__ADS_1


"Nggak mas, nggak papa kok" kilah sang wanita.


"Kalau nggak papa kenapa wajah kamu ditekuk gitu? Ini bukan karena kamu masih... " Lelaki itu mengerut kan kening nya, berbagai praduga melintas di benak nya.


"Nggak mas, aku tuh cuma lagi begah aja perut nya. Mas kan tau semenjak hamil aku suka kram dan begah gitu. Nih kalau mas nggak percaya, pegang perut aku? Kencang banget kan!" tukas sang wanita sambil menempel kan telapak tangan nya di atas perut nya yang membukit.


"Bagus lah, ingat dengan status mu saat ini. Aku tak mau orang berpikiran macam-macam tentang mu" tukas sang lelaki dengan wajah datar nya.


Wanita itu hanya terdiam sambil mendengus dalam hati. Namun, ia tetap berusaha tersenyum manis di hadapan orang-orang. Bagaimana pun, ia harus ingat statusnya saat ini.


Setelah selesai mengucap kan ijab kabul, Alfi pun di minta memasang kan cincin kawin di jari manis Azura. Dengan bergetar, Azura mengulur kan tangan nya ke depan lalu dengan perlahan Alfi memasangkan cincin itu. Kilatan kamera pun berpendar untuk mengabadikan momen spesial itu.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak.


__ADS_2