
"Gimana? Dia mau bicara?" tanya Alfi tak sabar.
Leon menggeleng pelan, lalu duduk di sofa tak jauh dari tempat Alfi duduk.
"Maaf dok, saya tidak berhasil membujuk nya" ucap Leon sambil mendesah frustasi.
"Dia hanya bilang ingin sendiri dulu dan tak mau di ganggu" imbuh nya lagi.
Alfi meraup wajah nya frustasi, sungguh ia sangat kebingungan bagaimana cara nya mengembalikan Azura seperti semula.
"Dia bahkan menolak bertemu dengan adik nya sendiri. Saya tidak mengerti lagi, apa yang harus saya lakukan untuk menghilang kan trauma Azura. Bahkan di ajak bicara berdua pun ia enggan. Sikap nya sekarang sungguh membuat saya resah" keluh Alfi. Bila biasa nya ia bersikap cuek, masa bodoh, tenang, bahkan seakan tak peduli, tapi tidak kali ini. la benar-benar resah melihat perubahan Azura.
__ADS_1
Sama seperti Alfi, Leon pun pusing melihat perubahan Azura. Sebelum kejadian ini, Azura telah menghadapi berbagai ujian. Di tinggal kan kedua orang tua nya, terlilit hutang yang tidak sedikit, di jauhi teman-teman nya, terpaksa putus kuliah dan bekerja banting tulang siang dan malam untuk menyekolahkan adik nya juga membayar hutang, dan dikejar-kejar rentenir. Jika perempuan lain yang mengalami ini, ia yakin mereka tak kan sanggup. Tapi Azura justru mengahadapi nya dengan tabah. Walaupun terkadang mengeluh, namun ia tidak pernah putus asa. Dia benar-benar wanita paling tangguh yang pernah ia jumpai.
Nyaris diperkosa, demi Tuhan membayangkan nya saja membuat darah Leon mendidih. Andai saja kasus ini tidak di serahkan kepada pihak kepolisian, mungkin Leon sudah menghabisi nyawa para bede*bah itu dengan tangan nya sendiri. Ia tidak keberatan melenyapkan nyawa manusia sampah seperti mereka walaupun risiko nya pasti berurusan dengan hukum.
"Huh.. saya juga nggak tau dok! Perempuan yang mengurung diri di kamar itu bukan teman saya, dia bukan Azura. Teman saya Azura tidak selemah itu. Lalu bagaimana dengan nasib para bede*bah itu dok?"
"Saya sudah mengurus mereka. Teman saya di kepolisian sedang mengusahakan mengorek informasi tentang siapa yang memerintah kan mereka melakukan perbuatan keji seperti itu"
"Mungkin kah ini perbuatan orang-orang terdekat dokter? Mungkin juga itu rival atau orang yang tidak menyukai Anda menikah dengan Azura?"
'Bagaimana perempuan itu bisa mengetahui tentang percobaan pemerkosaan Azura? Bukan kah kasus ini sudah saya minta William tutupi dari media? Bahkan ayah dan bunda saja tidak tahu karena aku meminta kak Zie merahasiakan nya!' batin Alfi bermonolog.
__ADS_1
Lalu ia menegakkan kembali punggung nya sambil menatap Leon.
"Jika itu alasan nya itu sama saja dia mencari mati. Saya sudah bersedia menikahi Azura, jadi siapa pun yang menentang nya maka harus berurusan dengan saya" tegas Alfi dengan mata berkilat marah.
Diam-diam Leon tersenyum lega mendengar penuturan Alfi. Tanpa sadar, ia mengungkap kan kalau ia menerima Azura sebagai istri nya. Bukan hanya itu, ia juga dapat melihat ketertarikan Alfi dengan Azura.
"Terima kasih dok karena Anda begitu peduli pada nya. Padahal sudah jelas kalau Azura telah memanfaat kan Anda tapi Anda tetap peduli dan mau melindungi nya" ucap Leon tulus.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak