
Mata Alfi melotot tajam, tak menyangka gadis itu mengira ia benar-benar melakukan hal itu.
"Ck... kepo!" ketus Alfi lalu memiringkan tubuh nya agar tidak bertatapan dengan Azura.
Melihat Alfi yang tampak salah tingkah, membuat nya meyakini kalau suami nya itu benar-benar melakukan hal itu. Azura lantas menghempas kan bokong nya tepat di samping Alfi membuat lelaki itu sampai terlonjak.
"Pak dokter, kita ke psikiater yuk!" ajak Azura seraya mengulur kan leher nya untuk melihat wajah Alfi dari samping.
"Mau ngapain?" tanya nya acuh.
"Pak dokter ini gimana sih! Masa' hal kayak gitu aja mau dijelasin" geram Azura lantas menarik pipi Alfi hingga membuat nya mendelik tajam.
"Atau mau aku terapi sendiri aja?" tawar Azura dengan smirk nya.
Alfi lantas membenarkan kembali posisi duduk nya dengan ponsel masih di tangan.
__ADS_1
"Terapi?" tanya Alfi bingung dan Azura pun mengangguk.
"Iya biar pak dokter normal lagi jadi lelaki tulen. Pak dokter tenang aja, aku yakin bisa kok. Mungkin butuh waktu, tapi aku yakin bila saat nya telah tiba, pak dokter pasti udah balik normal. So, aku bisa pergi dengan tenang"
Alfi mendengus mendengar nya. Tapi sedetik kemudian dahi nya berkerut saat mendengar kalimat terakhir Azura. Belum sempat Alfi mengaju kan pertanyaan, Azura sudah naik ke pangkuan Alfi hingga membuat nya tersentak kaget.
"Apa yang kamu lakukan?" desis Alfi dengan suara rendah. Ia sungguh tak nyaman dengan posisi seperti ini. Tapi Azura justru menyeringai sambil tersenyum semanis mungkin.
"Kita akan memulai terapi yang pertama" jawab nya santai sambil mengerlingkan sebelah mata nya genit lalu mengalungkan tangan nya di leher Alfi.
"Hmmmph ... "
Azura sudah lebih dahulu membungkam mulut suaminya itu dengan gerakan lembut. Arkandra mencoba melepaskan ciuman itu, tapi Azura justru menahannya dengan menarik tengkuk Arkandra hingga kedua bibir itu merapat. Azura mengecup bibir bawah dan atas Arkandra secara bergantian sambil diemut-* **** ala makan permen lollipop membuat Arkandra tanpa sadar terbuai dan mulai membalas ciuman itu lebih mesra.
Beberapa menit kemudian Alfi semakin hanyut dan terbuai dalam ciuman panas yang di lakukan oleh Azura, dengan sedikit kesadaran Alfi mendorong Azura agar menghentikan ciuman panas nya itu karena Alfi tidak ingin semakin hanyut dengan hasrat nya.
__ADS_1
*******
Kini Azura dan Alfi tengah berada dalam perjalanan menuju apartemen milik Alfi. Sepanjang perjalanan, Alfi diam membisu karena masih canggung dengan apa yang mereka lakukan tadi. Sedangkan Azura justru bernyanyi-nyanyi dengan riang nya mengikuti musik yang di putar di mobil. Biasa nya ia kesal saat melihat tingkah konyol dan berisik seseorang, tapi entah mengapa ia tidak terusik sedikit pun dengan tingkah Azura. la justru mendiam kan saja apa yang ingin di lakukan oleh Azura. Tanpa sadar, melihat tingkah menyebal kan Azura memberikan nya hiburan tersendiri di dunia nya yang sepi dan membosan kan.
Alfi memutar mobil nya masuk ke basemen apartemen Cendrawasih. Setelah mobil nya terparkir dengan rapi, ia pun segera turun mengabai kan Azura yang mendumel karena di tinggal kan begitu saja.
"Ck... pak dokter galak, nggak bisa apa bersikap ramah dikit kek, romantis dikit kek dibantu bukain pintu kayak pasangan lain nya biar romantis gitu. Aku sumpahin jatuh cinta sejatuh-jatuh nya sama aku tau rasa lo!" desis Azura tak peduli Alfi akan marah atau tidak mendengar segala ocehan nya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak
__ADS_1