Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
116


__ADS_3

"Ya udah kakak pamit dulu ya" ucap Zie memecahkan kebengongan.


"Eh iya kak, kakak hati-hati ya" jawab Azura


"Alfi antar aja ya ke bandaranya?"


"Udah nggak usah, kakak titip Angkasa aja. Kalian mesra-mesraan nya di pending dulu ya, jangan mesra-mesraan di depan Angkasa!" ucap Zie seraya berjalan keluar meninggalkan apartemen Alfi.


Meskipun Zie menitipkan Angkasa pada Alfi dan Azura karena alasan yang terdesak, namun Zie juga yakin dengan adanya keberadaan Angkasa disana akan membuat Alfi dan Azura semakin dekat. Selain itu Angkasa yang sangat klop dengan Azura dan juga Azura yang telaten pada Angkasa, jadi ia rasa menitipkan Angkasa disana adalah hal yang tepat.


Yah, activity aserehenya terpaksa pending dulu dong!

__ADS_1


Hari sudah larut, karena kelelahan selepas makan malam Angkasa pun tertidur di pelukan Azura. Diam-diam, Alfi masuk ke kamar Azura untuk memeriksa keadaan keponakan nya. Melihat kedua nya tertidur pulas, Alfi tersenyum manis. la mengusap kepala Angkasa dan mencium dahi nya.


Sebelum keluar, Alfi mematung memandangi wajah polos Azura. Entah dapat dorongan dari mana, tiba-tiba saja Alfi mendekat kan wajah nya dan mengecup puncak kepala Azura. Belum sempat menjauh kan wajah nya, mata nya kini justru tertumbuk pada bibir merah muda Azura yang setengah terbuka, Alfi sampai menelan ludah nya sendiri. Dengan ragu-ragu, ia mendekat kan bibir nya pada bibir Azura dan cup... ia mengecup nya sekilas. Merasa kurang, ia kembali mengecupi dengan sedikit Luma*tan membuat Azura menggeliat. Takut Azura menyadari perbuatan nya, ia pun segera berdiri dan dengan perlahan menjauhi kedua orang itu sambil mengulum senyum.


Saat Alfi telah keluar, perlahan Azura membuka mata nya sambil menggigit bibir nya. Diusap nya bibir yang tadi dikecup Alfi, pipi nya memerah, jantung nya berdegup dengan kencang.


'Bagaimana ini? Seperti nya aku yang kalah. Huh, bisa-bisa gagal dong dapetin apartemen ini!' monolog nya dalam hati sambil mengerucut kan bibir nya.


Jarum jam masih menunjuk kan pukul 5 subuh. Karena sedang kedatangan tamu bulanan, Azura jadi enggan bangun lebih pagi seperti biasa nya. Lagi pula dokter galak kesayangan nya tengah libur hari ini, kesempatan bagus tentu nya untuk diri nya bersantai ria.


Azura lupa jika kini bukan hanya ada diri nya dan Alfi saja di rumah itu, tapi juga ada Angkasa yang sejak jam setengah 5 tadi telah bangun. Angkasa yang melihat Azura masih nyenyak dengan tidur nya menyeringai. Lalu ia beranjak menuju tas ransel nya dan mengambil spidol berwarna hitam. Dengan memasang senyum jahil nya, ia pun mulai melukis di wajah Azura yang tidak menyadari kalau wajah nya kini tengah jadi objek lukisan abstrak Angkasa. Sesekali Azura menggeliat dan menepis lengan Angkasa yang bergerak hati-hati di wajah nya. Ia mengira wajah nya tengah di hinggapi nyamuk, jadi ia hanya mengibas kan tangan nya saja untuk menghalau. Angkasa tertawa cekikikan dengan telapak tangan menutupi mulut nya saat melihat hasil karya nya yang mahadahsyat.

__ADS_1


Setelah selesai dengan keusilan nya, Angkasa segera beranjak menuju kamar Alfi dan meletakkan spidol itu di telapak tangan Alfi yang terbuka. Angkasa menyeringai, ia yakin sebentar lagi kehebohan akan memenuhi apartemen itu.


"Huaaaa Tante... wajah Tante... " pekik Angkasa pagi itu yang sontak saja membuat Azura yang awal nya masih tertidur lelap sontak menjengit kaget lalu reflek berdiri sempoyongan.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak

__ADS_1


__ADS_2