
Belum sempat Azura menanyakan apa yang ingin Alfi lakukan, mulut nya justru terlebih dahulu di bungkam oleh ciuman panas dan menuntut dari Alfi.
"Hhhmmmph... hmpp ... uhhmp "
Alfi baru melepas kan ciuman nya ketika di rasa nya pasokan oksigen Azura mulai habis, tapi bukan nya Alfi menghentikan perbuatan nya, ia justru kembali membungkam bibir gadis menyebal kan itu dengan lebih panas dari sebelum nya. Tangan kirinya sudah bergerak ke belakang tengkuk Azura, menekan nya untuk memperdalam ciuman itu.
Alfi menggerak kan bibir nya dengan kasar, menyesap, melu*mat, bahkan ia tak segan menggigit bibir nya agar membuka sehingga ia bisa dengan leluasa mengabsen setiap barisan gigi dan membelit lidah Azura. Bahkan Alfi sampai memepet tubuh Azura ke dinding ruangan nya untuk mempertipis jarak.
Azura berusaha mendorong dada Alfi, tapi tangan nya justru bagai tersengat listrik jutaan volt saat kulit telapak tangan nya menempel di dada bidang Alfi yang belum tertutup pakaian. Kaki Azura melemas, nafasnya tersengal, pasokan oksigen di saluran pernafasan nya mulai menipis, saat itu lah Alfi baru melepaskan ciuman panas nya. Di tatap nya wajah Azura yang nampak memerah, bahkan saliva mereka masih saling bertautan membentuk tali-tali membuat Azura seolah kehilangan muka nya. Tangan nya berusaha mendorong dada bidang itu, Alfi pun menggeser sedikit tubuh nya. Dengan tubuh lemas, Azura berusaha menyeret kaki nya secepat yang ia bisa sambil menutup wajah nya yang sudah merah padam.
__ADS_1
Seperginya Azura dari ruangan itu, Alfi tertegun di tempat nya. Lalu ia mengusap bibir nya yang masih terasa kebas akibat ciuman panas yang baru saja ia lakukan. Bila sebelum nya Azura lah yang menyerang nya terlebih dahulu namun tidak kali ini, kini justru ia lah yang terpancing untuk membungkam bibir merah yang kadang membuat nya kesal itu.
Tapi apakah harus dengan menciumnya?
la pun tak mengerti dengan diri nya sendiri, bagaimana bisa ia melakukan hal itu pada seorang gadis yang baru di kenal nya belum lama ini. Bahkan mereka belum benar-benar saling mengenal, ada apa dengan dirinya?
Alfi meraup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya lalu menyugar rambut nya ke belakang, kemudian ia sedikit menunduk kan wajah nya ke bawah. Seketika ia membelalak kan mata nya, ia lupa ia belum mengenakan pakaian sama sekali. Hanya selembar handuk yang melingkari pinggang nya, bagaimana ia sampai lupa dengan keadaan diri nya sendiri.
Setelah berganti pakaian, Alfi hendak melakukan visit ke beberapa ruangan pasien nya. Seorang perawat yang biasa mendampingi nya pun telah tiba, namun saat melintasi ruangan milik Azura entah mengapa tiba-tiba saja kaki nya melangkah ke depan pintu kamar Azura.
__ADS_1
Sayup-sayup ia dapat mendengar percakapan antara gadis itu dengan seorang lelaki. Alfi mengerut kan kening nya penasaran, lalu tanpa mengetuk lagi Alfi langsung saja mendorong pintu itu hingga terbuka membuat kedua orang yang ada di ruangan itu tersentak kaget. Wajah Azura tiba-tiba kembali memerah, sekelebat ingatan adegan ciuman panas yang dilakukan Alfi kembali melintas membuat Leon yang berdiri di samping nya terlihat cemas.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak
__ADS_1