Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
71


__ADS_3

Zie terkekeh seraya memasuk kan ponsel nya ke dalam tas lalu berdiri mendekati Alfi.


Azura hanya diam mematung di atas brankar. Kedua orang itu tampak tidak seperti adik kakak pada umum nya sebab mereka kerap sering bertengkar di setiap pertemuan.


"Ups sorry, kakak nggak bisa kasi tau siapa dia" jawab nya acuh tak acuh.


"Sampai kapan? Tenang aja, setelah kamu menikah, kakak nggak akan ikut campur urusan kamu lagi. Selanjut nya tinggal urusan kamu mau mempertahan kan atau melepas kan. Tapi kakak harap, setelah menikah kamu akan menjadi lelaki yang lebih bijak Al. Kakak pengen kamu bisa jalani dan nikmati hidup kamu sebagai mana mesti nya. Dan yang terpenting lagi, kakak pengen kamu balik normal dan bahagia" pungkas nya sambil tersenyum penuh arti. Zie menepuk bahu Alfi sambil melirik Azura seraya tersenyum, kemudian ia pergi dari ruangan itu meninggal kan Alfi yang masih tampak tenggelam dalam lamunan nya.


Bahkan Alfi masih mematung di tempat padahal Zie sudah pergi sejak beberapa menit yang lalu hingga suara Azura yang memanggil nya membuyar kan lamunan nya.


"Pak dokter, ngelamunin apa sih?" panggil Azura seraya berusaha mengangkat tubuh bagian atas untuk duduk bersandar di headboard ranjang.


"Udah makan?" tanya Alfi mengabaikan pertanyaan Azura membuat Azura mengerucutkan bibir nya.


"Belum" sahut Azura ketus.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Alfi datar.


"Nggak selera" sahut Azura lagi sambil melirik nampan yang berisi bubur khas rumah sakit. la benar-benar enggan memakan makanan dari rumah sakit yang menurut nya terasa hambar dan tak menggugah selera.


"Jadi kamu mau makan apa?" tanya Alfi mencoba sabar menghadapi tingkah menyebal kan Azura.


"Makan pak dokter, boleh?" tanya Azura dengan wajah serius nya.


Sontak saja Alfi melotot tak percaya mendengar kata itu terlontar dari mulut gadis yang sebentar lagi akan menyandang status sebagai istri nya itu.


Baru saja Alfi hendak membuka mulut dan mengumpat nya, tawa Azura langsung pecah membuat Alfi mengerut kan kening nya


"Bercanda pak dokter, bercanda. Jangan galak-galak amat ih, bersyukur lho pak dokter dapat calon istri yang secantik dan sesabar aku, kalau gadis lain aku jamin udah langsung taubatan nasuha jadi calon istri pak dokter yang tingkat kegalakan nya udah 359ยบ" imbuh nya seraya tergelak.


Malas meladeni candaan Azura, ia pun kembali bertanya ingin sarapan apa. Apalagi ini sudah hampir jam 10, ia tak mau Azura kembali sakit apalagi setelah tau penyebab nya dari Mario.

__ADS_1


"Hmmm... mie ayam, boleh?" tanya Azura dengan senyum manis mengembang.


"Oke, saya pesankan sekarang" ujar nya lalu ia segera mengambil ponsel dan menekan-nekan entah apa di layar ponsel nya.


Tak sampai 20 menit, menu yang di inginkan Azura pun telah datang di antar salah seorang perawat yang sudah beberapa kali Azura lihat. Perawat itu juga membantu menyiapkan nya di atas meja. Azura terkejut karena Alfi memesan 2 porsi. Mungkinkah ia di suruh memakan semua nya? Emang gue perut karet. Omel Azura dalam hati.


"Makan lah!" titah Alfi seraya meletak kan seporsi mie ayam di atas meja portabel. Lalu ia meraih satu untuk nya juga.


"Pak dokter belum sarapan juga?"


Alfi menggeleng sambil melanjut kan makan nya.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak....


__ADS_2