Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
135


__ADS_3

"Al udah Al, dia bisa mati" tukas Mario mengingat kan. Alfi pun segera mengangkat kaki nya bersamaan masuk nya William dan beberapa anggota nya.


Ketiga pria itu pun segera di bekuk. Alfi meminta Mario menggendong Angkasa, sedangkan diri nya menggendong Azura dengan terlebih dahulu memasang kan kemeja nya agar tak ada yang melihat tubuh setengah telanjang Azura.


"Wil tolong interogasi bajing-an itu, siapa yang sudah menyuruh nya sebab di telepon tadi aku sempat mendengar kalau ia sebenar nya di minta membunuh Azura. Tapi bajing-an ini justru ingin memperkosa Azura terlebih dahulu" tukas nya dengan Azura yang sudah berada di gendongan nya.


"Dan... aku minta penjelasan mu mengapa bajing-an itu bisa sampai keluar dari penjara" Alfi menatap tajam William.


Seumur-umur mengenal Alfi, baru kali ini ia melihat tatapan tajam itu. Ia tau, sahabat nya itu kini tengah menahan emosi yang membuncah. Siapa yang tak marah saat ada yang menculik dan berniat memperkosa lalu membunuh istri nya? la pun bila telah memiliki istri, akan sangat marah dan tak segan-segan membunuh bajing-an yang berniat melakukan hal buruk itu pada istri nya.

__ADS_1


William menghela nafas panjang dan mengangguk.


"Gue pasti akan berusaha semampu gue untuk mengungkapkan nya. Lo nggak usah khawatir, lo bisa andalin gue. Gue juga mastiin, bajing-an ini tak kan pernah bisa menghirup udara bebas lagi apalagi sampai kabur untuk kedua kali nya dan nyakitin istri lo lagi" tukas William sambil menepuk pundak Alfi, secara tak langsung William mengungkap kan kalau pria itu telah kabur dari penjara. Bagaimana kronologis nya, itu urusan nanti untuk menjelaskan nya sebab sekarang ada hal yang lebih penting.


Setelah mendengar hal tersebut, Alfi pun segera menuju mobil nya yang terparkir tak jauh dari lokasi dengan Azura di gendong nya, sedangkan Angkasa telah tertidur di gendongan Mario.


Sepanjang perjalanan, Alfi tak melepas kan tatapan nya dari Azura sedetik pun. Hati nya berdenyut sakit membayang kan apa yang telah istri nya alami. Dengan mata memerah, ia mengusap pipi Azura yang tampak memar. Kedua sudut bibir nya berdarah. Yang lebih membuat nya sakit, pria itu sempat mengecupi dan meninggal kan jejak di leher Azura. Tangan nya kembali mengepal erat, seandainya Mario tak menghentikan nya sudah pasti ia habisi bajing-an itu. Tapi mati dengan cepat belum lah setimpal, ia harap apa yang di lakukan nya tadi membuat pria itu mengalami impoten. Dengan begitu, ia tak kan pernah bisa lagi melecehkan seorang perempuan.


Bukan hanya pria itu, tapi juga dalang semua kejadian ini. Siapa orang itu, Alfi harap William bisa segera menemukan nya. Siapa yang berani-berani nya menyakiti dan berniat melenyapkan nyawa istri nya? Alfi tak kan pernah memaafkan orang itu. Orang itu harus mendapat kan hukuman setimpal atas segala perbuatan nya.

__ADS_1


"Maafin aku Ra, maaf aku hampir terlambat menyelamatkan mu dan maaf kan atas kelalaian ku. bangunlah Ra, aku disini. Dokter galak mu sudah di sini, kamu sudah aman sekarang" gumam Alfi dengan mata terpejam seraya mencium dahi Azura yang juga memar akibat terantuk di kaca jendela mobil.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak

__ADS_1


__ADS_2