
Sepulang nya dari butik, Alfi langsung pulang ke apartemen setelah terlebih dahulu mengantar kan Azura sampai ke rumah nya. Tanpa berganti pakaian, ia langsung merebah kan tubuh nya di sofa dengan berbantal kan kedua tangan nya yang terlipat di bawah kepala. Entah mengapa, ia seakan sangat terganggu dengan air mata sialan yang mengalir di mata Azura. Biarpun ia belum lama mengenal Azura, tapi selama itu juga ia melihat Azura sebagai sosok yang tangguh dan sangat berbeda dari gadis lain nya.
"Sialan! Kenapa wajah sedih nya begitu mengganggu? Ada apa denganku? No, aku nggak boleh terpengaruh dengan diri nya! Pernikahan ini harus tetap dilanjutkan agar aku bisa membalas nya. Salah siapa mencoba bermain-main dengan ku, dia pikir aku tak tahu siapa yang menyuruh nya memata-matai ku. Kalian ingin bermain-main denganku? Okey. Mari kita bermain! Kita lihat, siapa yang mampu bertahan sampai akhir dan siapa yang akan terlebih dahulu menyerah" gumam Alfi sinis sambil memejam kan mata nya.
*******
Hari sudah mulai malam, Azura pun telah bersiap pergi ke club' malam Miracle seperti biasa nya apalagi kalau bukan untuk bekerja. Toh, ia belum resmi menjadi istri dari seorang dokter tampan Alfi Wijaya jadi ia masih bisa bekerja di sana. Apa lagi beberapa hari lagi ia akan gajian, rugi dong bila ia tidak menuntaskan pekerjaan nya. Minimal ia akan bekerja sampai gaji nya bulan ini di bayarkan setelah itu ia akan resign.
"Wow, calon istri horang kaya masih kerja aja! Gue pikir lo udah enak-enakan ngadem kayak tuan putri gitu di istana keluarga Wijaya itu" seloroh Leon saat melihat Azura masuk ke dalam club' malam.
__ADS_1
Azura mendelik kesal lalu memukul kepala Leon dengan tas nya.
"Mulut lo itu kayak nya perlu empani sama cabe jalapeno 1 kilo ya! Nggak bisa jaga mulut, kalau ada yang dengar gimana?" delik Azura dengan mata melotot.
"Wow, santai sayang! Nggak perlu lo peringat kan aja semua orang pasti udah tau apalagi lo kan udah konferensi pers"
"Astaga, lo bener juga ya Yon! Duh gimana nih? Gue malas di kepoin orang-orang entar!"
"Kalo pakai masker rasa nya malah aneh kerja sambil maskeran. Make up tebal? Ih, amit-amit deh! Nggak doyan gue. Kalau pakai kacamata nya? Kayak nya ide itu nggak buruk tapi siapa yang bisa pinjemin?" ucap Azura seraya bertanya pada diri nya sendiri dengan ujung jemari mengetuk-ngetuk dagu nya.
__ADS_1
"Hohoho... karena gue sohib terbaik lo, nih udah gue siapin" ujar Leon seraya mengeluarkan kacamata bulat, kaca nya juga tebal membuat penampilannya sedikit tersamar kan. Seperti nya ide Leon ada bagus nya, apa lagi pencahayaan club' malam kan agak temaram jadi pasti wajah nya tidak akan mudah di kenali.
"Whoaaa, emang bener! Lo itu sohib terbaik gue! Thanks banget ya, entar gue ganti deh duit nya" tukas Azura dengan senyum merekah. Ia pun berlalu dari hadapan Leon sambil menepuk pundak nya.
Tidak salah bila Azura menganggap Leon sahabat terbaik nya sebab Leon selalu memahami Azura. Bahkan ia selalu siap sedia membantu Azura kapan pun ia di butuh kan.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....