Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
78


__ADS_3

"Ck Ck Ck... baru nikah aja udah di doain jadi janda, keterlaluan banget lo!" sarkas Leon yang tiba-tiba saja muncul sambil melirik wajah Alfi yang sudah semerah kepiting rebus.


Baru saja Eza ingin menimpali, Alfi langsung saja mencengkram tangan Azura dan menyeret nya menuju keluar ruangan itu. Baru saja Eza dan Leon hendak memekik, tapi Mario sudah mencegah nya. Bagaimana pun mereka baru saja menikah, ia tak ingin mempermalukan teman nya itu di hari sakral nya ini.


"Ck... pak dokter, lembut sedikit kenapa sih? Nggak enak di liatin para tamu" bisik Azura yang berusaha mensejajari langkah Alfi. Sadar akan hal itu, Alfi segera memelankan langkah nya dan melepas kan cengkraman nya menjadi sebuah rangkulan di pinggang. Akhirnya, Azura bernafas dengan lega.


Tapi itu hanya sementara, pada saat di lift Alfi justru langsung menekan tubuh nya ke dinding. Saat itu hanya ada mereka berdua di dalam lift.


"Kau merasa bangga, hah? Kau bangga di kelilingi pria-pria itu? Apa kau seorang wanita murahan yang begitu mudah nya berdekatan dengan lelaki lain?" bentak Alfi tepat di depan wajah Azura.


Plak...


Tangan Azura melayang dan tepat mengenai pipi kiri Alfi. Tamparan itu begitu kuat hingga menimbulkan suara nyaring di dalam kotak persegi itu.

__ADS_1


"Jaga mulut mu tuan Alfi yang terhormat! Aku emang dekat dengan mereka tapi aku bukan wanita murahan yang dengan mudah nya mengumbar tubuh nya di depan pria lain. Kalau aku mau jadi ja*lang, sudah sejak dulu aku lakukan. Bukankah kau tau aku bekerja di club malam" desis Azura murka.


Bahkan mata nya telah memerah. Ia tak pernah semarah ini sebelumnya. Tapi kata-kata Alfi serasa begitu menusuk hati nya. la merasa harga diri nya di cabik-cabik. Harus kah ia mendengar kan kata-kata itu di hari pernikahan nya.


"Seharusnya kau berpikir, mengapa mereka sampai berani bertindak seperti itu? Apalagi kalau bukan karena sikap mu ini. Mereka hanya tak ingin aku tersakiti dan benar dugaan mereka bahkan di hari pertama pernikahan ku saja kau telah menyakiti ku" imbuh nya lagi.


Alfi terkekeh mendengar nya.


"Menyakiti? Seharusnya kau sadar ini adalah risiko kau mau menikah denganku" desis nya membuat alis Azura berkerut.


"Apakah dia telah mengetahui kalau semua ini adalah rencana kakak nya?" gumam Azura yang masih mematung di dalam lift.


Tanpa sadar ada sepasang mata yang mengawasi mereka tepat di depan lift yang sudah terbuka. Ya, sepasang mata itu adalah sang bunda Alfi.

__ADS_1


"Alfi" panggil bunda Yasmin dengan sorot mata tajam.


"Bunda sangat kecewa pada mu, bisa bisanya kau membentak istri mu yang baru saja kau nikahi?"


"Bunda.. Zura nggak apa-apa kok bun, mas Alfi juga pasti tidak berniat untuk membentak Zura"


Meski Azura sakit hati dengan perkataan Alfi, namun ia tetap merasa kasihan jika Alfi yang di marahi oleh bunda nya.


"Sudah nak, kamu ke kamar dulu. Dia belum layak jadi suami mu kalau bunda tidak menasehati nya terlebih dahulu"


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak.


__ADS_2