
WARNINGGG!!!!
TIDAK DIPERKENANKAN MEMBACA SEKARANG BAGI YANG PUASA🤪
Bacanya bisa waktu berbuka aja ya guysss🤪🤪
"Sssst... " potong Alfi mendesis sambil meletak kan jari telunjuk nya di depan bibir Azura.
"Kamu nggak kotor Ra. Kamu bersih, kamu cantik, tubuh mu indah" kata Alfi sambil membuka satu persatu kancing piyama yang melekat di tubuh Azura.
"Rambut mu juga sangat indah saat terurai dan harum" lirih nya seraya menciumi ujung rambut Azura ang memang sangat harum dan Alfi menyukai nya.
"Jangan mengingat sentuhan lelaki lain lagi, aku tak suka!" tegas Alfi.
"Mulai saat ini, yang harus kau ingat adalah sentuhan ku, hanya aku, karena kamu adalah milik ku dan hanya milik ku" gumam Alfi seraya mengecupi leher Azura sampai gadis itu melenguh saat gelenyar aneh itu mulai menguasai akal sehat nya. Kini gelora asmara nya kian menyeruak memenuhi rongga dada dan pikiran nya, berkumpul dalam satu titik dalam kabut gairah.
__ADS_1
Perlahan, Alfi membaringkan tubuh Azura lalu mengungkung nya. Tangan Alfi menuntun tangan Azura agar mengalung di leher nya. Dada Azura seakan meledak karena sensasi menggelitik itu. Sentuhan Alfi membuai nya hingga menimbulkan sensasi melayang, ini sungguh menakjubkan. Sangat berbeda dari saat-saat ia menggoda nya dahulu. Sensasi ini sungguh luar biasa hingga rasa nya ada yang meletup-letup di dalam sana.
Bibir kedua nya kini kembali berpagutan mesra. Kimono tidur yang di kenakan Alfi beserta kain lain nya pun telah tanggal entah kemana, begitu juga dengan Azura. Alfi telah melepas nya tanpa gadis itu sadari. Kini mereka berdua sudah sama-sama polos, tak ada sehelai benang pun yang tersisa.
Alfi memperdalam ciuman nya dengan tangan nya sibuk menyentuh titik-titik sensitif Azura. Sentuhan itu begitu membuai hingga nyaris melumpuhkan saraf-saraf tubuh nya. Desa*han pun tanpa sadar meluncur dari bibir tipis sang istri membuat gelora itu kian menjadi.
"Pak Dokter... hen-ti-kan jika ka-mu hanya ingin... me-ning-galkan saya di tengah-tengah ja-lan seperti biasa nya" lirih Azura memperingatkan Alfi dengan mata sayu nya. Ia takut terbuai dan melayang tinggi lalu terhempas ke bumi. la tidak sanggup bila harus kembali merasa kan di campak kan.
"Aku akan tuntaskan semua ini. Jangan berpikir macam-macam, cukup nikmati. Yang ku ingin kan saat ini hanya kamu Ra. Hanya kamu, istri ku"
"Sudah saya katakan aku bukan dokter kamu!"
"Mas... aaaargh... "
Pekik Azura saat tiba-tiba Alfi menerobos dinding pertahanan nya dan menyatukan milik nya di dalam pusaran surgawi Azura. Terlihat bulir-bulir bening mengalir dari sudut netra Azura saat Alfi berhasil mengoyak sesuatu yang berharga bagi perempuan yang sudah tidak gadis lagi itu. Ada sebuah kebanggaan di sudut hati Alfi saat tau kalau istri nya itu telah benar-benar menjaga diri nya dengan baik. Walau pun diterpa berjuta kesulitan ternyata istri nya itu tetap mampu mempertahan kan kehormatan nya hanya untuk suami nya, yaitu diri nya sendiri.
__ADS_1
Alfi tersenyum saat melihat nafas Azura kian memburu ketika ia mulai menggerakkan diri nya di dalam pusaran surgawi sang istri.
"Faster please... aaaahhhh... "
"As you wish, sayang"
Alfi pun mempercepat tempo hentakan nya membuat Azura kian menggelinjang hingga membusung kan dada nya. Desa*han demi desa*han kini telah memenuhi ruangan itu. Peluh pun kian membanjir seolah ikut berpacu dalam hentakan gelombang hasrat. Hingga semua rasa kini berkumpul menjadi satu yang padu, mereka pun melenguh dan menjerit secara bersamaan seiring tibanya mereka di puncak kenikmatan yang luar biasa indah nya.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak
__ADS_1