Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
158


__ADS_3

Alfi hanya bisa menghela nafas lelah, malas sekali sebenar nya ia bertemu nenek sihir itu apalagi setelah apa yang ia lakukan pada Azura di apartemen nya.


"Mas, perempuan yang di maksud kak Zie siapa?"


"Vina" jawab Alfi acuh.


"Lalu kenapa kita harus ke rumah sakit menemui dia?" tanya Azura yang masih penasaran.


"Lana sudah di akui sebagai bagian keluarga Wijaya, jadi saat berita istrinya melahirkan sudah pasti akan di liput dan di sorot semua media"


"Oh iya ya, ya udah kita ke rumah sakit sekarang aja gimana mas?"


"Tapi aku males banget Ra ketemu sama perempuan itu"


"Tapi kamu nggak bisa terus menghindar mas, yang ada dia malah ngira kamu masih ada perasaan sama dia. Atau jangan-jangan bener yang aku bilang?" tanya Azura sambil menyipit kan mata nya meminta penjelasan.

__ADS_1


Mata Alfi melotot saat mendengar tuduhan tak berdasar itu.


"Eh kok mikir nya gitu? Jangan nuduh sembarangan! Aku nggak gitu Ra. Kamu tahu, semenjak ia melakukan perbuatan terlarang itu, semenjak itu pula aku telah menghapus kan semua perasaan ku. Rasa ku pada nya musnah habis nggak bersisa, secuil pun nggak ada. Aku malas ketemu sebab aku muak. Apalagi sekarang udah ada kamu di sisi aku, buat apa aku mikirin sampah kayak dia. Nggak penting tahu Ra" sahut Alfi menggebu-gebu. la tak terima bila ia kembali di kait-kaitkan dengan Vina. Bagaimana pun, bagi nya perempuan itu hanya lah bagian masa lalu yang harus ia lupakan. Tak ada bagus-bagusnya untuk di kenang apalagi untuk diberi rasa cinta secuil pun.


****


Di rumah sakit, Alfi hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi nya. Ia sempat melirik bayi yang tertidur pulas di samping Vina tanpa berniat mendekat apalagi menggendong. Entah, tapi ia merasa tidak memiliki ikatan batin sedikit pun dengan bayi yang bahkan baru belum genap berusia 48 jam tersebut. Perasaan nya biasa saja, seperti melihat orang asing. la tidak membenci bayi itu, tidak. Ia hanya enggan mendekati nya yang kemungkinan akan kedua orang itu jadikan alat untuk mendekati diri nya.


Begitu juga dengan Azura, semenjak terakhir kali Vina mendatangi diri nya ia juga makin enggan memberikan muka. Tapi demi menghormati keberadaan sang bunda juga ayah dari Alfi, ia terpaksa memasang senyum ramah.


"Tak perlu basa-basi. Kau pasti sudah tahu bukan kalau kedatangan kami kesini hanya karena menghargai permintaan ayah dan bunda, selain itu juga ingin menjaga nama baik keluarga. Jadi jangan berkhayal terlalu tinggi aku akan menerima mu sebagai bagian dari keluarga kami" tegas Alfi.


"Alfi... " bentak Lana mendengar kata-kata tajam Alfi.


"Kenapa? Kau tidak suka dengan kata-kata ku?"

__ADS_1


"Kau... "


"Mas sudah, apa yang di katakan Alfi ada benar nya. Aku tahu, kesalahan ku sangat besar sampai-sampai hiks... hiks... " Vina terisak membuat Lana segera memeluk nya.


'Cih, dasar drama queen!' cibir Azura dalam hati.


"Ayah, bunda, kami pamit dulu! Permisi" Pamit Alfi yang mulai jengah melihat sandiwara yang tengah di lakoni Vina di dalam sana.


Setelah dari rumah sakit, Alfi membawa Azura pulang ke apartemen milik nya. Mereka baru akan mengunjungi Hasna esok hari sebab hari itu sudah terlalu larut untuk menemui Hasna. Selain itu, Azura juga sudah terlalu kelelahan. Karena itu sepulang dari rumah sakit, mereka pun bergegas beristirahat setelah membersih kan diri setelah sebelum nya menyempatkan diri makan malam.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2