Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
162


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Alfi telah siap dengan setelan formal jas berwarna navy, kemeja putih, dan dasi bermotif garis-garis putih-navy membuat penampilan nya begitu menyegarkan mata Azura. Sambil menenteng tas kerja nya, Alfi keluar dari dalam kamar menuju ruang makan. Di lirik nya sang istri tampak masih sibuk menghidangkan sandwich isi daging asap, keju, dan selada, nasi goreng, juga kopi.


Azura menoleh ke arah Alfi sambil tersenyum simpul setelah selesai menghidangkan sarapan mereka. la segera menghampiri Alfi dan mengambil tas yang di pegang nya, meletakkan nya di salah satu kursi kemudian mempersilahkan sang suami duduk di kursi khusus diri nya.


"Mas mau sarapan yang mana?"


"Nasi goreng aja dulu, sedikit aja"


"Emang mas mau sandwich nya juga?"

__ADS_1


"Iya dong, rugi nggak menikmati masakan istri. Apalagi masakan ini di buat dengan penuh cinta" ujar nya sambil mengerlingkan sebelah mata nya. Azura terkekeh lalu mengambilkan apa yang di minta sang suami.


"Mas, seriusan mas mau resign dari rumah sakit terus mimpin perusahaan? Bukan nya impian mas itu jadi dokter ya?" tanya Azura seraya menyantap sarapan nya. Ia memang suka makan sambil berbincang.


"Mas nggak punya pilihan Ra, mas nggak mungkin mengerjakan dua pekerjaan sekaligus. Kamu tahu sendiri gimana jam terbang seorang dokter yang kadang nggak bisa di prediksi apa lagi kalau ada keadaan mendesak, entah siang atau pun tengah malam, mau libur atau sedang apapun, aku harus segera datang untuk melakukan tanggung jawab ku" tukas nya setelah mengelap mulut nya dengan serbet yang memang di sediakan di meja untuk membersihkan mulut selepas makan.


Ya, semenjak tahu kalau apa yang menimpa Azura itu dalang nya kemungkinan besar Vina, Alfi telah membuat keputusan untuk memimpin perusahaan. Bukan tidak mungkin bila ia lambat bergerak, Vina akan mempengaruhi Lana agar menguasai perusahaan. Ia juga ingin menunjukkan siapa diri nya kini jadi jangan berbuat macam-macam dengan nya di kemudian hari.


"Yah, padahal aku udah bangga banget punya suami dokter tapi sekarang malah harus banting setir jadi pengusaha" desah nya sambil memutar bola mata nya.

__ADS_1


"Emang kamu nggak suka punya suami pengusaha? Bukan nya kebanyakan perempuan lebih suka pengusaha, uang nya pasti lebih banyak, lebih terkenal juga" ujar Alfi merasa heran dengan pola pikir sang istri.


"Itu mah perempuan lain, kalau aku mah dokter itu paling keren. Rasa kemanusiaan nya tinggi, kayak mas gini, yang kadang merelakan waktu istirahat demi menyelamatkan nyawa orang dengan tangan nya sendiri. Walau pun aku kadang terpaksa cuma bobok sambil peluk guling karena mas ada panggilan dadakan, tapi aku nggak masalah. Apa yang mas lakukan itu merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Hal ini lah yang membuat aku makin klepek-klepek sama mas. Udah cakep, kaya, bertanggung jawab, dingin di luar hangat di dalam, berjiwa penolong, pokok nya mas itu suami yang nyaris sempurna bagi aku. You're my perfect husband" jelas Azura dengan mata berbinar.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...


__ADS_2