
Azura melewati masa-masa kehamilan nya dengan penuh suka cita. Apalagi sesibuk apapun Alfi, dia tetap mengusahakan memberi kan perhatian yang begitu besar membuat Azura merasa begitu bahagia. Bukan hanya sang suami yang begitu memperhatikan diri nya, tapi juga keluarga besar nya. Bahkan Hasna pun begitu memperhatikan nya. Karena ia sudah cukup dekat dengan keluarga pacar nya yang bernama gerald, nenek dan mama Gerald pun ikut-ikutan memperhatikan nya. Nikmat mana lagi yang dapat ia dustakan setelah segala cinta dari berbagai arah tercurah untuk nya.
"Assalamu'alaikum" ucap Azura saat panggilan telepon nya di angkat Alfi.
"Wa'alaikum salam sayang. Ada apa? Kok tumben jam segini udah telepon? Kangen, hm?" ucap Alfi seraya menggoda sang istri. Di lirik nya jarum jam masih menunjuk kan pukul setengah 10 pagi. Entah apa yang di inginkan istri nya itu, sebab tak biasa nya ia menghubungi nya di jam seperti ini. Sedangkan diri nya saja baru tiba di kantor pukul 8 tadi.
"Kangen? Ih, PD!" kilah Azura.
"Kalau mas Alfi nanya dedek nya yang kangen, baru jawaban nya iya" imbuh nya di susul sebuah kekehan yang sontak saja membuat kedua sudut bibir Alfi terangkat ke atas.
"Halah, nggak mau ngaku?" ejek Alfi.
__ADS_1
"Cius nggak bohong. Aku mana ada kangen sama mas, kalau dedek nya nah baru iya. Kalau bunda nya, bukan kangen sama mas tapi sama bakso di dekat kontrakan lama bunda nya. Apalagi kalau kuah nya ekstra pedas, hmmm syedaaap. Eh sama sop buah nya juga, habis makan yang panas dan pedas di minumin yang seger-seger plus dingin, hmmm... duh dek, bunda jadi ngiler nih. Kita kesana aja yuk dek! Tapi kita minta izin sama ayah dulu, boleh kan yah bunda sama dedek makan di sana?" Ucap nya dengan suara selembut mungkin dan sedikit di dramatisir.
"Nggak boleh!" tolak Alfi cepat.
Azura yang mendengar penolakan itu lantas memberengut masam dengan mata yang sudah memerah.
"Yah dek, kita nggak dibolehin ayah tuh! Ya udah kita tiduran aja yuk! Assalamu'alaikum"
Panggilan di tutup sepihak membuat Alfi menganga dengan mata membulat sebab ia belum selesai bicara tapi Azura..
"Haduh.. pasti Azura ngambek" gumam nya seraya menatap layar ponsel nya yang menggelap.
__ADS_1
Alfi mengusap tengkuk nya lalu terkekeh sendiri.
la paham, Azura bersikap demikian karena pengaruh hormon kehamilan. Ia pun paham, kalau istri nya itu tengah ngidam. la sebenarnya tidak bermaksud melarang, tapi ia hanya ingin mencegah Azura pergi seorang diri. Sebab ia tahu, kalau Azura pergi seorang diri dapat ia pastikan kalau istri nya itu akan mengendarai motor sport nya. Sebagai suami sayang istri sekaligus khawatir dengan keselamatan ibu dan calon buah hati nya, tentu ia melarang hal tersebut. Namun, bukan dalam arti melarang makan di sana. Justru sebalik nya, ia ingin mengantar kan sendiri istri nya itu ke pondok bakso itu. Ya, Alfi sudah tahu di mana letak pondok bakso itu sebab Azura pernah mengajak nya ke sana sekali.
Tak mau istri nya ngambek lebih lama atau pun makin parah, Alfi segera memberes kan pekerjaan nya lalu bergegas pulang ke rumah.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...