
Suara cangkir jatuh ke lantai membuat kedua insan yang tengah terbakar gelora asmara itu sontak menghentikan kegiatan nya. Kedua nya menoleh ke arah pintu kamar Hasna yang kini terbuka dengan Hasna yang sudah membalik badan nya.
"Ma-maaf, silahkan di lanjut kan!" ujar Hasna gelagapan tak menyangka akan melihat secara live adegan 21+ di rumah kontrakan nya. Ia awal nya terbangun karena haus jadi ia berinisiatif mengambil air putih di luar tapi saat baru saja membuka pintu, ia justru tanpa sengaja melihat sang kakak dan kakak ipar nya sedang terbawa suasana dalam buaian mesra.
Dengan wajah merah padam, Azura lantas berdiri dan membenahi pakaian nya. Alfi pun sebenarnya terkejut, tapi ia mampu menguasai diri nya dan bersikap biasa saja. Azura pun segera mengambil gelas itu. Paham kalau Hasna ingin minum, ia pun segera mengambilkan air minum dan mengantarkan nya ke kamar Hasna.
"Makasih ya kak, kakak nggak pulang aja? Kasian kak Alfi pasti bosen kalau nungguin kelamaan"
"Engga, kakak mau disini sampai demam kamu turun" jawab Azura dengan tersenyum manis.
"Hasna udah ngerasa mendingan kok kak, kalau ada apa-apa Hasna pasti langsung hubungin kakak"
Sepanjang perjalanan pulang, mobil yang di kendarai Alfi terasa begitu sunyi. Tak ada perbincangan, tak ada perdebatan apalagi keusilan dan kecerewetan yang memekakkan telinga seperti biasa nya karena kedua nya begitu canggung. Sebenar nya Azura belum mau pulang, bukan hanya karena masih merasa canggung tapi ia juga masih ingin menemani Hasna yang masih demam. Tapi Hasna justru meminta nya segera pulang karena kasihan pada Alfi, padahal Alfi telah bersedia ikut tinggal di sana tapi Azura justru menolak. Bagaimana pun saudara nya itu seorang perempuan, walaupun ia yakin Hasna merupakan adik yang baik dan dapat dipercaya tapi bukan kah setan ada dimana-mana. Mereka selalu saja ada cara untuk menjerumuskan manusia dalam kesesatan. Karena alasan itulah, Azura menolak mentah-mentah keinginan Alfi yang ingin ikut menemani nya selama menjaga Hasna. Padahal sebenar nya itu merupakan kesempatan untuk mendekat kan diri nya dengan Alfi. Bukan kah bila mereka menginap di sana, kemungkinan besar mereka akan tidur dalam satu kamar?
Tapi lagi-lagi Azura berpikir, bagaimana bila memang ia berhasil menaklukkan Alfi dan membuktikan kalau Alfi normal sepenuhnya. Hal itu memang bagus, tapi... hal tersebut tidak baik untuk adik nya yang masih gadis ting-ting. Hal tersebut akan menodai indra pendengaran nya, bukan. Tidak... Azura tidak ingin sampai hal itu terjadi. Akhir nya, ia pun memutuskan pulang dengan syarat agar Hasna tetap beristirahat dan segera menghubunginya bila keadaan nya makin memburuk.
__ADS_1
Tiba-tiba mobil sudah terparkir rapi di sebuah restoran yang terlihat sangat mewah.
"Mas dokter, kok kita kesini?" tanya Azura yang bingung.
"Kamu nggak laper?" tanya Alfi balik.
"Laper sih, hehe" jawab Azura dengan cengengesan.
"Yaudah ayok" ucap Alfi lalu berjalan lebih masuk lebih dulu meninggalkan Azura begitu saja.
Setelah masuk di restoran tersebut, Azura malah clingak clinguk merasa kagum dengan restoran yang kini di datanginya. Restoran tersebut sudah pasti restoran bintang lima pikirnya.
"Duduk, ngapain bengong"
"Ee.. iyaa"
__ADS_1
"Nih pilih mau pesan apa"
"Waww... Semua nya keliatan enak-enak mas dokter"
"Yaudah pesan semua aja" jawab Alfi sembari menutup buku menu yang di buka Azura.
"Hah" ucap Azura dengan mulut menganga.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya ka
__ADS_1