
Dddrrt ...
Terlihat nama sang kakak tampil di layar ponsel nya membuat Alfi menghembuskan nafas nya kasar. Ia pun segera mengangkat panggilan itu.
"Ya halo" ketus Alfi yang perasaannya mulai tak nyaman. la yakin, akan ada sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi setelah ini.
"Alfi, ayah meminta mu pulang segera! Penting" tukas Zie kemudian langsung menutup panggilan itu membuat Alfi mengusap wajah nya kasar.
"Sial!" maki Alfi sambil memukul kemudi mobil nya.
Alfi pun dengan cepat mengemudi kan mobil nya menuju kawasan perumahan elit yang ada di pusat kota. Akses untuk masuk ke area itu di jaga dengan ketat jadi wilayah itu sangat terjamin keamanan nya. Setiba nya mobil Alfi di depan gerbang berwarna emas yang menjulang tinggi, gerbang itu pun terbuka secara otomatis seakan telah mengenali sang pemilik mobil merupakan anggota keluarga pemilik rumah itu.
Saat telah berada di dalam, Alfi langsung saja turun dan melemparkan kunci mobilnya kepada penjaga untuk memarkirkan nya di carport. Setelah itu, ia pun masuk untuk menemui ayah nya yang ternyata telah menunggu nya di ruang kerja nya.
Damar Wijaya, merupakan konglomerat old, pemilik perusahaan tembaga terbesar di negara itu. Perusahaan itu juga telah mengepak kan sayap nya hingga ke beberapa negara Asia.
Saat masuk ke ruang kerja ayah Damar, hawa dingin langsung menusuk pori-pori Alfi. Entah telah berapa lama ia tidak menginjakkan kaki nya di sana. Dengan wajah datar dan langkah pasti, Alfi masuk ke ruangan yang di dominasi warna perak itu dan langsung menghempas kan bokong nya di sofa yang bersebrangan dengan sang ayah yang masih terlihat gagah di usia senja nya.
__ADS_1
"Ada apa ayah mencari ku?" tanya Alfi datar. Sebenarnya Alfi sudah tau kemana arah pembicaraan mereka kali ini, namun lebih baik ia berpura-pura tidak tahu atau lebih tepat nya basa-basi.
Dengan wajah tak kalah datar, ayah Damar melempar sebuah map coklat ke arah Alfi. Alfi pun segera meraih nya dan tersenyum sinis, di dalam map itu terlihat beberapa foto-foto diri nya dan Azura termasuk foto saat mereka berciuman.
"Kenapa? Apakah ada masalah? Bukan nya seharusnya kalian senang karena aku terlihat seperti lelaki normal yang lain nya" ucap Alfi dengan sedikit menekan setiap kalimat nya.
"Oh tentu saja ayah senang mendengar nya" sahut Damar tak kalah sinis.
Tak lama kemudian datang seorang wanita paruh baya dengan wajah panik nya.
Alfi hanya melirik sinis tanpa mau menyahut.
"Alfi apa-apaan ini? Kaum tau apa yang kamu lakukan telah membuat kehebohan dimana-mana" ucap wanita itu pelan nyaris berbisik.
"Lalu kenapa?" tanya sinis.
"Alfi... "
__ADS_1
"Segera bawa gadis itu dan keluarga nya kesini! Kau harus segera menikahi nya! Tidak ada bantahan karena aku tidak suka skandal!" potong ayah Damar tegas membuat Alfi membulat kan mata nya.
"Apa?" serunya tak percaya dengan apa yang baru saja ayah nya itu katakan.
Dan ada seseorang yang tersenyum menyeringai saat mendengar kan perbincangan tersebut, karena misi nya kali ini berjalan begitu mulus sesuai rencana.
Siap-siap ya guys bakal ada tragedi yang mencengangkan, ayo ayo stay tune terus ya readers tercintaku biar author makin semangat lagi nulis nya😘😘😘
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak
__ADS_1