
Alfi menggeleng tapi Azura tetap memaksa. Dengan berat hati, Alfi membuka mulut dan mengunyah ayam goreng krispi yang sebenar nya rasa nya enak itu. Lalu Azura juga menyuapi Alfi dengan nasi yang kini justru di sambut Alfi dengan santai. Bahkan tanpa sadar, ia telah memakan satu porsi ayam dan nasi melalui tangan Azura. Azura dan Angkasa sampai senyum-senyum sendiri melihat tingkah dokter galak itu.
"Om Alfi keenakan di suapi sama tante cantik" ejek Angkasa seraya terkekeh.
"Mau gimana lagi Angkasa, makanan yang di suap pake tangan tante itu bisa jadi berkali-kali lipat nikmat nya. Karena itu, om kamu yang awal nya nolak malah jadi keenakan sampai nggak sadar punya tante udah di habiskan sama om galak kamu itu" timpal Azura yang ikut terkekeh.
Alfi mendelik tajam, lalu mengalihkan pandangan nya sambil mengulum senyum. la benar-benar tak sadar akan tindakan nya sendiri. Benar kata Azura dan Angkasa, ia terlalu keenakan jadi tidak sadar kalau sudah makan satu porsi. Ternyata makan disuapi itu enak juga batin nya bermonolog tanpa sadar. Bahkan tadi tanpa sadar, ia mengecupi jari Azura yang berlumuran saos. Alfi merutuki diri nya sendiri mengapa bisa sampai terbawa suasana seperti itu.
Diam-diam di pandangi nya wajah Azura yang terlihat makin cantik saat tertawa lepas. Tanpa sadar, ia turut tersenyum memandangi wajah gadis yang telah menjadi istri nya itu. Ya, dia memang sudah menjadi istri nya, tapi ia masih gadis karena Alfi belum berani menjadikan gadis itu milik nya seutuh nya. Ia masih butuh waktu, ia ingin memantap kan hati nya terlebih dahulu sebelum semua nya terlanjur terjadi. la tak mau ada penyesalan, selain itu ia ingin menghapuskan bayang-bayang kelam nya terlebih dahulu agar tidak mengecewakan Azura.
__ADS_1
Kini ketiga orang itu telah berada di sebuah taman bermain yang lokas inya tidak jauh dari apartemen mereka. Alfi memilih di sana sebab hari sudah menjelang sore jadi ia tidak mau mengajak Azura dan Angkasa pergi terlalu jauh.
"Mas dokter ternyata orang nya baik banget dan penyayang ya!" puji Azura yang kini duduk di samping Alfi seraya memandangi Angkasa yang sedang bermain ayunan.
"Aku memang baik. Tapi sayang, nasib ku saja kurang baik apalagi semenjak bertemu dengan gadis menyebalkan seperti kamu" ketus Alfi, namun itu tidaklah sungguh-sungguh. Ia hanya senang saja membuat Azura kesal.
"Cck... mas dokter ih. Harus nya mas dokter bersyukur bisa punya istri cantik, pintar, dan mandiri kayak aku" ujar nya membanggakan diri.
"Semoga mas dokter nanti bisa bahagia ya setelah berpisah dengan aku. Bisa menemukan perempuan yang baik, perhatian, dan bisa tulus sayang sama mas dokter. Nggak bikin mas dokter sedih lagi kayak mantan mas dokter yang udah-udah. Eh satu lagi, nggak parasit dan menyebalkan kayak aku juga" ujar Azura tiba-tiba sambil terkekeh membuat Alfi mengernyit kan dahi nya. Lantas ia menoleh ke arah Azura yang tatapan nya terlihat sendu, ia tak pernah melihat sosok Azura yang seperti ini. Terlihat rapuh dan menyedihkan.
__ADS_1
"Kenapa kamu tiba-tiba ngomong kayak gini?"
"Nggak kenapa-kenapa, aku cuma pengen doakan mas dokter yang terbaik aja. Jangan terlalu terlarut dengan masa lalu dok! Masa depan mas dokter itu masih panjang. Aku ngomong gini cuma karena pengen liat mas dokter bahagia aja, nggak terluka lagi"
Alfi terkekeh, tapi sorot mata nya tak pernah lepas dari gadis di samping nya. Baru kali ini mereka bisa bicara dengan santai tanpa ada hal-hal yang konyol.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak