Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
56


__ADS_3

Konferensi pers itu di lakukan di sebuah cafe milik teman Zie. Ternyata cafe tempat ia bertemu pertama kali dengan Zie tempo hari merupakan cafe milik teman Zie. Oleh sebab itu, Zie bisa mengatur konferensi pers di tempat ini dengan mudah.


Setelah semua awak media telah pergi dari cafe itu, Azura pun segera memesan kopi hitam untuk menghilang kan rasa mumet yang mendera jiwa dan raga nya.


"Ini kak kopi nya" ucap seorang pelayan cafe itu ramah.


"Terima kasih" ujar Azura lalu ia pun menyesap kopi hitam itu dengan nikmat.


"Pak dokter... " panggil Azura dengan wajah lesu nya.


"Hmmm..." sahut nya acuh seraya meminum kopi hitam milik nya juga.


"Yang dibilang ayah pak dokter itu bercanda kan?" tanya Azura berhati-hati.


Alfi mengangkat kedua alis nya seraya tersenyum sinis.


"Bukan kah itu yang kau mau?" desis nya dengan satu sudut bibir terangkat.

__ADS_1


"Hah? Siapa? Aku? Kapan aku bilang mau menikah sama pak dokter? Ih pak dokter mimpi!" balas Azura sambil mencebikkan bibir.


Bibir Zie yang duduk di belakang Azura berkedut hingga tak mampu menahan semburan tawanya.


"Hahahah... Kamu ditolak dek? Itu lah jadi orang jangan sombong amat, tau kan sekarang kalo nggak semua cewek di dunia ini takluk sama pesona kamu yang songong itu" ejek Zie.


"Aku deketin pak dokter itu karena naksir, mau jadi pacar bukan mau di jadiin istri. Aku pun punya pernikahan impian kali pak, mau nikah sama orang yang aku cinta dan mencintai aku, lah kalo begini cara nya kan jadi musnah dong impian aku. Mau nolak udah nggak bisa lagi, emang ya jadi orang kaya itu enak bener bisa semau nya aja tanpa perlu mikirin orang lain" ujar Azura mengeluarkan sedikit unek-unek nya.


"Itu risiko mu karena telah dengan sengaja masuk ke dalam ke dalam kehidupan ku" sahut Alfi acuh tak acuh.


"lih awas ya pak dokter, nanti aku buat pak dokter jatuh cinta sama aku!"


"Kita adakan taruhan aja gimana?" ucap Alfi sambil menyeringai.


"Oke, nggak masalah! Taruhan apa?"


Alfi pun tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kalau dalam waktu 6 bulan kamu bisa membuat saya jatuh cinta dan menyatakan cinta terlebih dahulu maka saya akan memberikan apartemen milik saya ke kamu, tapi bila kamu yang lebih dulu jatuh cinta dan menyatakan cinta kepada saya maka kamu harus segera meminta berpisah dari saya. Taruhan ini mulai berlaku setelah kita menikah, bagaimana?" tawar Alfi dengan percaya diri.


Mata Azura berbinar saat mendengar kata apartemen.


'Apartemen? Wah, kapan lagi bisa punya apartemen secara gratis! Pasti apartemen nya mewah. Aku harus memenang kan taruhan ini. Buat dia jatuh cinta, terus dapat apartemen mewah di tambah uang 1 Milyar lagi kan 750 juta nya udah ditransfer semalam. Wow aku bakal kaya nih! Aku dan Hasna nggak perlu lagi tinggal di rumah kontrakan itu lagi dong. Ah, senang nya!' batin Azura bersorak-sorai membayang kan ia akan jadi orang kaya mendadak tanpa berpikir mampukah ia membentengi diri nya dari pesona seorang dokter tampan seperti Alfi.


Benar kah ia mampu memenang kan taruhan ini atau sebalik nya, hanya author yang tau. Hahahaha...


"Deal!" seru Azura dengan penuh semangat sambil mengulurkan tangan nya ke hadapan Alfi.


"Oke, deal!" balas Alfi sambil menjabat erat tangan Azura. la menatap Azura sambil menyeringai, dengan percaya diri, ia meyakini tak kan mungkin jatuh cinta pada gadis menyebal kan seperti Azura.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak



__ADS_2