
"Cck... foto pernikahan aja nggak ada, keliatan banget kalau kalian itu cuma nikah settingan" cibir Vina dengan satu sudut bibir terangkat ke atas.
"Mau pajang foto pernikahan atau tidak, itu bukan urusan mu ya! Ngapain ikut campur urusan orang"
"Apa kau lupa kalau aku adalah mantan terindah suami mu, dan pasti hingga saat ini pun suami mu pasti sangat mencintai ku" ucap Vina dengan percaya diri.
"Cih ngaku-ngaku, dasar nggak tau malu" ejek Azura. la berusaha tenang dan santai mengahadapi Vina, ia tak mau terlihat kalah di depan wanita itu.
Vina terkekeh lalu menatap tajam Azura.
__ADS_1
"Kau itu hanya benalu, kenapa masih bertahan di sisi Alfi hah? Apa kau nggak punya malu? Kau itu udah menjijikkan, bahkan tubuh mu sudah sempat di jamah laki-laki menjijikkan itu. Harus nya kau tahu diri, kau sudah tidak pantas untuk berdiri di samping Alfi" ujar Vina membuat tangan Azura berkeringat dingin. Ia mengepalkan tangan seraya meremas jemari nya. Mendadak, rasa rendah diri itu kembali menyeruak memenuhi rongga dada nya.
"Sebenarnya kau mau apa sih? Uang? Aku akan memberikan mu banyak uang asal kau mau meninggalkan Alfi. Ingat, kau itu nggak pantas untuk Alfi. Diri mu itu kotor, menjijikkan dan sudah seharus nya kau pergi dari hidup Alfi. Biar kan Alfi bahagia dengan wanita yang lebih pantas untuk nya dan yang pasti itu aku bukan kau. Jadi ku harap kau memikirkan kata-kata ku ini. Kalau kau memang peduli dengan Alfi, lepaskan dia. Karena dia tak akan pernah mencintai mu, dalam hatinya hanya ada aku. Usaha mu tak akan berhasil untuk merebut hatinya, camkan itu!" imbuh Vina lagi membuat nafas Azura kian tercekat. Dada nya begitu sesak saat ini, kata-kata Vina tadi semakin memantap kan langkah nya untuk menyerah.
'Yah, mungkin inilah yang terbaik untuk Alfi. Dia pantas bahagia, aku tak kan mungkin bisa bersama nya apalagi diri ku yang sudah sehina ini' batin nya.
*****
Alfi kini tampak sibuk memberes kan segala barang bawaan nya dan memasukkan nya asal ke dalam koper. Tak peduli penampilan nya begitu berantakan karena baru pulang dari seminar dan lawatan ke beberapa rumah sakit yang ada di Bali, Alfi menyeret koper nya lalu check out dari hotel. Tujuan nya kini hanya lah segera pulang ke rumah. la terlebih dahulu berpamitan dengan penyelenggara beserta dokter-dokter senior yang bertugas menyukseskan acara itu. Setelah selesai, ia pun bergegas pergi untuk kembali ke Jakarta secepat nya. Untuk apa lagi kalau bukan melihat kondisi istri nya itu.
__ADS_1
Tadi sepulang dari lawatan, Alfi mengerut kan kening nya saat melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Zie. Tadi ponsel nya dalam mode silent karena itu ia tak tahu ada begitu banyak panggilan dari kakak nya itu. Alfi yang biasa nya bisa bersikap tenang, mendadak jadi Alfi yang tak dapat mengontrol emosi nya. la benar-benar khawatir saat mendengar Zie mengatakan kalau ia menemukan Azura dalam kondisi tidak sadarkan diri di apartemen. Awal nya Zie ingin berkunjung sekaligus menghibur Azura, tapi karena pintu tak kunjung dibuka padahal ia telah menekan bel berkali-kali, maka Zie pun masuk tanpa izin sebab ia tau password apartemen adik nya itu. Saat pintu terbuka, Zie sungguh terkejut melihat Azura telah terkulai tak berdaya di atas lantai yang dingin.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak
__ADS_1