
"Kita cari tempat untuk bicara sekaligus makan malam"
"Eh pak dokter belum makan ya, kasihan. Mau ke rumah aku nggak entar aku masakkin deh! Eh, tapi hari udah terlalu malam, nggak usah deh nggak enak sama tetangga. Entar dikirain mereka kita ngapa-ngapain" cerocos Azura tiada henti.
Alfi menghela nafas panjang, ternyata selain menyebalkan, bodoh, dan konyol, Azura juga gadis yang cerewet, dewa batin nya bicara.
Untuk pertama kalinya Azura kini duduk berdua di mobil Alfi yang terparkir tak jauh dari jembatan ia berdiri tadi. Tanpa bertanya, Alfi melajukan mobil nya menuju sebuah restoran ayam fast food berlogo bapak tua bule, apalagi kalau bukan kaefsi.
Bagai sapi di cucuk hidung, Azura hanya bisa mengekori dengan patuh kemana saja Alfi mengajak nya. Lagi pula ia yakin, Alfi tidak akan mungkin membawa nya ke tempat yang aneh-aneh, sepercaya itu Azura pada nya.
Tanpa mempersilah kan, Alfi duduk dengan santai nya membuat Azura mendengus kesal. Ia pun turut menarik kursi dengan kencang hingga menimbul kan derit yang berisik. Untung saja restoran tidak terlalu ramai karena hari sudah cukup larut.
__ADS_1
"Mau pesan apa?" akhir nya si kulkas 10 pintu mengeluar kan suara nya untuk bertanya membuat Azura lagi-lagi mendengus.
"Akhir nya... " celetuk Azura membuat Alfi mengernyit bingung.
"Akhir nya bersuara juga maksud nya, aku pikir pak dokter udah... hehehe... bi-su" ucap nya cengengesan membuat Alfi melotot tajam.
"Eitz.. pak dokter dilarang marah. Malu loh, kita di tempat umum. Entar makin viral, apa pak dokter nggak malu" lanjut nya membuat Alfi hanya bisa menghela nafas kasar.
"Bagaimana bisa ada gadis super menyebal kan seperti kamu?" desis nya sambil berdiri hendak menuju ke meja pemesanan.
Alfi yang hendak beranjak lantas berdiri di hadapan Azura dengan jari mengancung ke depan wajah Azura.
__ADS_1
"Harus kamu tau, saya menjadi dokter karena kemampuan saya bukan karena wajah saya" desis Alfi kesal lalu ia pun segera berlalu dari hadapan Azura yang tetap bersikap acuh tak acuh. Dalam hati ia menggerutu, lebih baik menghadapi operasi pasien nya siang malam dari pada berhadapan dengan gadis yang nyaris membuatnya gila itu. Benar-benar gila, sebab semenjak bertemu dengan Azura kehidupan nya seperti jungkir balik. Hidup nya yang aman, tentram, dan damai tiba-tiba bagaikan rollercoaster dengan beragam persoalan yang datang silih berganti.
Tak butuh waktu lama, Alfi kini telah kembali sambil membawa nampan yang berisikan nasi, ayam, dan kentang goreng, beserta minuman nya untuk mereka berdua. Tanpa ragu apalagi malu, Azura pun ikut menyantap makanan itu. Mengabaikan Alfi yang menatap nya dengan tatapan aneh padahal ia belum mempersilah kan Azura makan.
Entah mengapa Azura merasa lapar kembali. Oh iya, dia baru ingat dia belum makan malam. Pasti AA Lovers mau bilang, kan tadi udah makan bakso! Eitz ingat, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, belum makan nama nya kalau belum makan nasi. Sedang kan bakso bukan lah makanan pokok, jadi tentu Azura merasa belum makan karena belum ada sebutir nasi pun yang masuk ke dalam perut nya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak