
"Ya ampun pak dokter, romantis banget sih! Nggak kayak kulkas 10 pintu itu yang bukan hanya kaku kayak papan setrikaan, tapi juga nggak ada ikhlas-ikhlas nya nolong orang" ucap Azura menyindir Alfi yang masih duduk di tempat nya dengan wajah mengeras.
"Ya bedalah, aku itu emang orang nya romantis" ucap Mario memuji diri nya sendiri.
"By the way, siapa tuh yang nolong kamu nggak ikhlas? Kalau nggak ikhlas, mendingan nggak usah nolong dari pada jadi penyesalan. Rasa nya pengen gue tonjok tuh orang" geram Mario.
Sedangkan yang disindir, hanya terdiam kaku bak patung manekin. Tapi kuping nya tetap terpasang sempurna, mendengar kan setiap percakapan keempat orang itu.
"Iya Ra, siapa orang nya? Apa perlu kulkas 10 pintu itu kita buat bonyok?" tukas Leon yang sebenar nya sudah tau siapa yang dimaksud Azura.
"No, nggak boleh ada kekerasan!" sergah Azura.
"Emang nya rugi berapa sih si kulkas 10 pintu itu? Kalau perlu gue ganti, eneg gue denger orang nolong tapi nggak ikhlas" ketus Eza.
"Aaa' Ra" titah Leon yang kini tengah menyodor kan sepotong kue untuk Azura. Azura pun membuka mulut nya dengan senang hati. Tak mau ketinggalan, Eza pun ikut menyuapi Azura yang juga di terima Azura seraya tersenyum.
__ADS_1
"Ng ... ak au ugi apa" sahut Azura dengan mulut penuh membuat ketiga laki-laki itu terkekeh.
"Telan dulu ih kue nya baru ngomong" tukas Mario lalu ia menyodor kan air minum ke hadapan Azura.
"Thanks, dokter Mario yang baik" ucap Azura setelah kue nya di telan sempurna.
"Nggak tau rugi berapa, tapi ide lo bagus juga tuh Za. Kayak nya gue harus siapin duit nih buat ganti nya kalau tiba-tiba dia minta ganti rugi" lanjut Azura.
"Kalau lo ada kesulitan atau kekurangan duit, bilang aja sama gue entar gue kasi" cetus Eza membuat mata Azura kian berbinar.
Lalu Azura pun tergelak membuat Eza, Leon, dan Mario pun ikut tergelak, terkecuali Alfi.
"Keluar kalian, Azura harus istirahat! Jam besuk sudah habis" tukas Alfi tegas membuat keempat orang yang sedang tergelak itu lantas menoleh ke arah Alfi. Ia telah berdiri lalu ia pun mendorong satu persatu laki-laki itu keluar dari ruangan itu.
"Hei, apa-apaan sih lo! Gue masih mau temenin Azura" tolak Leon yang hendak menghindar dari tangan Alfi. Namun ternyata, tenaga pak dokter galak itu masih lebih besar dari Leon. Mungkin karena kegemarannya berolahraga dan fitness membuat tubuh nya jauh lebih kuat.
__ADS_1
"No, semuanya harus pulang!" tegas Alfi.
"Lo dan lo juga Yo, buruan keluar sana. Azura harus banyak istirahat. Gue nggak mau calon pengantin gue mendadak drop saat di pelaminan entar" tukas Alfi membuat Eza dan Mario melotot.
"Al, Azura juga pasien gue jadi gue bebas dong mau kesini kapan aja" tolak Mario yang langsung mengambil tempat duduk di samping Azura lalu ia mengerlingkan sebelah mata nya ke arah Azura membuat Azura tersenyum lebar.
"Gue juga nggak mau pergi!" ujar Eza yang di angguki Leon.
Siapa hayo yang bakal ngalah, yuk yuk stay tune terus🤪
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak.