
Azura tak menyangka ternyata apartemen milik Alfi tak jauh dari minimarket tempat nya bekerja. Setahu nya, apartemen Cendrawasih merupakan apartemen mewah dan elit yang terdiri dari beberapa penthouse. Rata-rata penghuni nya merupakan golongan pengusaha besar, konglomerat, dan crazy rich.
Azura menggigit bibir nya, mata nya berbinar cerah, membayang kan ia jadi salah satu penghuni di apartemen mewah itu. Mata nya kian bersinar cerah saat membayang kan apartemen itu jatuh ke tangan nya, jadi milik nya. Ah, ia rasa nya sudah tak sabar menanti kan saat-saat itu!
Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai Azura telah masuk berada di depan basemen apartemen. Petugas yang berjaga segera mempersilahkan mobil masuk ke basemen setelah mengidentifikasi bahwa pemilik mobil itu merupakan salah satu penghuni penthouse.
Bahkan basemen nya saja begitu wah, pikir Azura. Di lirik nya Alfi yang seperti nya benar-benar tertidur, lalu Azura ragu harus membangunkan nya atau tidak. Tapi hari sudah semakin larut, ia juga harus segera pulang. Apa lagi ia tak tau harus pulang dengan apa sebab motor nya di tinggal di parkiran club malam.
Di pandangi nya wajah Alfi yang justru terlihat makin tampan saat sedang terlelap. Tidak terlihat sama sekali wajah galak bin garang nya. Pemandangan yang amat langka membuat tangan Azura gatal ingin mengambil gambar nya.
'Astaga, pak dokter, lagi tidur aja masih keliatan ganteng!" puji nya seraya terkikik pelan.
__ADS_1
'Seandainya kita emang benar-benar menikah karena cinta, wah pasti indah banget. Tapi sayang, pernikahan kita hanya sementara dan berbatas waktu. Namun, aku berjanji akan tetap menjalani pernikahan ini sebagai mesti nya terlepas dari tujuan ku semula. Aku tetap akan menjalan kan peran ku sebagaimana seorang istri. Walaupun kau tak menjanjikan uang 100 juta itu, aku tetap akan menyerah kan diri ku bila kau benar-benar menginginkan nya' lirih Azura dalam hati seraya memandangi foto Alfi yang terlihat begitu menawan saat tertidur dengan mulut sedikit terbuka.
Kemudian Azura langsung menyimpan ponsel nya ke dalam saku celana nya. Baru saja Azura mengangkat tangan nya untuk membangun kan Alfi, sebuah suara serak dan berat khas orang bangun tidur membuat nya tersentak.
"Sudah selesai mengambil foto ku tanpa izin, hm!" ucap nya sembari perlahan membuka mata.
Sontak saja, Azura membulat kan mata nya dengan mulut sedikit menganga.
"Pa-pak dokter pura-pura tidur?" tanya Azura gelagapan.
"Aku tidur, tapi suara kamera dan flash ponsel mu membangun kan ku" ujar nya membuat Azura tersadar akan kebodohan nya.
__ADS_1
"Itu... itu ... "
Azura menggigit bibir nya salah tingkah apalagi saat manik mata nya bersirobok dengan tatapan tajam Alfi.
Azura tiba-tiba menahan nafas nya saat Alfi mendekat kan wajah nya pada nya. Ia bahkan sampai menelan ludah nya sendiri saat melihat wajah itu kian mendekat.
"Pak-pak dokter mau-mau ap ... ?"
Tiba-tiba saja suara nya seakan tertelan seiring menyatu nya bibir mereka. Mata Azura membulat sempurna. Di pandangi nya mata Alfi yang terpejam rapat. Entah terbawa suasana atau naluri nya yang menginginkan kehangatan bibir itu, Azura pun turut memejam kan mata nya. Jantung nya berdebar begitu kencang, namun ia berusaha menikmati sapuan hangat bibir Alfi di atas bibir nya walau tanpa membalas.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....