
Alfi memang pernah memiliki trauma. Bahkan ia sampai berpikir takkan mungkin bisa menjalin hubungan dengan wanita lagi apalagi sampai menikah. Namun dugaan nya itu salah. Nyata nya kehadiran Azura membuat dunia nya jauh lebih berwarna. Satu kini yang ia sadari, masa lalu kelam tak selalu memberikan dampak buruk di masa depan. Ada hikmah di setiap kejadian sama seperti yang Alfi alami. Kehidupan percintaan nya di masa lalu memang berakhir buruk. Tapi siapa duga karena hal tersebut ia menemukan jodoh nya yang sebenar nya. Perempuan yang benar-benar mencintai nya dengan tulus terlepas dari apa yang di miliki nya. Bahkan kini perempuan itu telah menyempurnakan hidup nya dengan menghadirkan seorang putra yang begitu tampan.
"Siapa namanya mas?" tanya Azura yang menyerahkan pemberian nama pada suami nya.
Alfi menatap lekat bayi mungil yang wajah nya merupakan perpaduan antara wajah diri nya dan wajah Azura. Bayi mungil itu tampak tidur dengan nyaman di dalam dekapan nya. Sesekali ia tersenyum dengan mata terpejam membuat nya terlihat makin menggemaskan.
"Arshaka Luis Matteo, gimana? Kamu suka?" tanya Alfi pada sang istri.
Azura tersenyum lalu mengangguk.
"Bagus kok mas, aku suka" sahut Azura membuat perasaan Alfi kian membuncah.
Pagi hari nya, satu persatu anggota keluarga Alfi dan Azura datang ke rumah sakit untuk memberikan selamat dan melihat keadaan Azura juga baby Shaka.
Zie, Angkasa, bunda Yasmin, ayah Damar, Lana, Hasna, Gerald, Leon, Mario, Eza, dan yang lain nya tampak sangat bahagia. Perlahan hubungan Alfi dan Lana juga kian membaik. Tak ada lagi rasa benci. Bagaimana pun diri nya kini telah menjadi seorang ayah. Ia ingin memberikan teladan yang baik untuk anak nya. Harapannya kelak ia bisa mendidik anak-anak nya menjadi anak berbakti, beriman, dan bertakwa pada Allah SWT.
"Selamat jadi ibu kak" ujar Hasna seraya memeluk sang kakak yang tengah duduk bersandar di sandaran ranjang.
__ADS_1
"Selamat atas kelahiran nya ya sayang" ucap bunda Yasmin dengan antusias.
"Selamat atas kelahiran baby boy nya Ra" ujar Zie yang tak kalah antusias.
"Terima kasih Bunda, Hasna, Kak Zie" balas Azura dengan tersenyum lebar.
"Yeay, Angkasa punya adek" seru Angkasa riang.
"Adek nya bisa Angkasa bawa pulang nggak Tan?"
"No, kalau Angkasa mau adik tinggal minta mama buatin. Dedek Shaka nggak boleh dibawa-bawa. Kalau mau main, datang aja ke rumah om dan Tante" sergah Alfi yang lebih dahulu memotong perkataan Angkasa membuat bocah kecil itu mencebik.
"Mas" panggil Azura. Alfi yang tadi nya sedang tersenyum melihat tingkah menggemaskan Angkasa pun lantas menoleh.
"Ada apa Ma Cherie?"
"Emmm... itu... jadi motor aku gimana?" tanya Azura.
__ADS_1
"Motor nya hilang kan? Jadi ganti baru kan?" cecar nya dengan wajah sumringah seolah berharap motor nya benar-benar hilang.
"Astaga..." Alfi menepuk dahi nya keras hingga membuat orang-orang yang mendengar pertanyaan Azura pun tergelak kencang.
...💖The End💖...
Halo kakak-kakak, nggak terasa cerita pak dokter dan Azura udah sampai di bab ending. Terima kasih atas segala support nya. Semoga suka ceritanya. Jangan lupa mampir ke karya Author yang lain ya!
See you in the next story.
Happy reading💋
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...