Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
69


__ADS_3

Tak terasa mobil yang di kemudikan Alfi telah tiba di pelataran parkir rumah sakit tempat nya bekerja. la sengaja membawa Azura kesana sebab ia yakin Azura sedang tidak baik-baik saja saat ini. Sebagai seorang dokter, tentu ia bisa melihat kondisi seseorang yang baik-baik saja atau tidak.


Setelah mobil berhenti, Alfi segera turun dari dalam mobil.


"Cepat turun!" titah nya sambil menutup pintu agak kencang. Tapi tidak sekencang tadi saat di apartemen.


Tapi setelah pintu tertutup, tak ada pergerakan sama sekali dari Azura. la pikir Azura mungkin tertidur jadi ia membuka pintu samping dan mencoba membangunkan nya.


"Hei bangun!" ujar Alfi sambil mengguncang bahu Azura, namun hingga beberapa detik berlalu Azura tak kunjung bangun. Jadi ia menempel kan punggung tangan nya di dahi Azura, sontak saja alis nya berkerut dalam. Suhu tubuh nya ternyata sangat tinggi. Alfi merutuki kebodohan nya yang tidak menyadari kalau Azura telah pingsan. Sejak kapan? Lalu ia ingat saat tiba-tiba saja Azura terdiam dan memejam kan mata nya. Alfi pun segera meraih Azura masuk ke dalam gendongan nya kemudian membawa nya masuk ke dalam rumah sakit.


"Dasar, gadis menyebal kan yang menyusah kan." omel nya sambil menggendong Azura.


Perlakuan Alfi pada Azura sontak saja jadi perhatian dan buah bibir di rumah sakit, khusus nya para petugas medis yang mengenal sosok dokter tampan tapi galak Alfi.


"Ada yang bisa saya bantu dok?" tanya salah seorang perawat yang kerap membantu Alfi. la sempat melirik Azura yang di gendong Alfi. la masih ingat gadis yang ada dalam gendongan Alfi, gadis yang beberapa waktu lalu juga ia bawa ke rumah sakit dalam keadaan pingsan. Dan kini lagi-lagi ia di bawa dalam keadaan pingsan.


"Siap kan ruangan dan panggil Mario ke sana!" titah nya tegas. Perawat itupun bergegas berlari untuk menyiapkan ruangan seraya memencet nomor telepon Mario.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, kini Azura tengah di tangani Mario. Mario adalah seorang dokter umum jadi ia untuk tugas seperti ini memang sudah bagian nya.


"Bagaimana keadaan nya?" tanya Alfi setelah Mario selesai memeriksa keadaan Azura.


Mario membalik badan nya agar berhadapan dengan Alfi.


"Seperti nya kau peduli sekali dengan dia?" cibir Mario seraya menduduk kan bokong nya di kursi yang ada di dekat ranjang.


"Tak usah banyak bicara, jelas kan saja bagaimana hasil pemeriksaan nya!" ketus Alfi sambil melirik wajah Azura yang perlahan mulai berwarna setelah mendapatkan cairan infus yang sudah di suntik kan obat ke dalam nya.


Mario mendengus lalu melipat kaki nya santai.


"Kau yakin ingin menikahi nya?" tanya Mario keluar dari topik.


"Kenapa?" Alfi justru balik bertanya.


"Apa kau mencintai nya?" lanjut Mario.

__ADS_1


Alfi tertawa sinis.


"Cinta? Apa kau bercanda?"


"Aku serius Al, kalau tidak mengapa kau ingin menikahi nya?"


"Apapun alasan nya, itu urusan ku"


"Al, kalau kau hanya menikahi nya karena keluarga mu, biar aku saja yang mengambil alih tanggung jawab itu" ucap Mario seraya melipat lengan nya di depan dada.


"Mengapa?"


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak....


__ADS_2