Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
154


__ADS_3

"Benar ya ternyata kata pepatah, kalau kita kehilangan sesuatu maka suatu saat kita akan mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi. Dan itu kamu Ra, tapi kini aku tidak akan mau kehilangan mu"


"Aku tahu, pasti mas Alfi tersiksa banget kan selama ini. Tapi... kini sudah saat nya mas Alfi mengikhlaskan semua nya"


"Oh ya, mulai sekarang jangan sungkan untuk membagi semua resah hati mu. Meskipun aku tidak bisa membantu, setidak nya bisa sedikit meringankan segala beban. Itu pun, kalau mas Alfi benar-benar menganggap ku sebagai istri"


Alfi pun menarik tangan Azura yang mengusap rahang nya dan mengecup nya.


"Kamu benar Ra. Tapi setahu aku, aku udah banyak cerita tentang aku deh justru kamu yang belum pernah sama sekali menceritakan tentang diri mu, keluarga mu, benar kan?" ujar Alfi berusaha mengorek informasi tentang segala sesuatu tentang istri nya itu. Termasuk masalah hutang, ia sudah berniat melunasi segala hutang-hutang sang istri. Tentu ia tak tega melihat nya tertekan karena hutang yang tak sedikit itu.


"Ah, tentang aku? Untuk apa? Nggak ada yang istimewa dalam hidup ku. Hidup ku ya gini-gini aja dari dulu, kalau keluarga aku hanya punya Hasna di dunia ini. Orang tua ku udah meninggal 5 tahun yang lalu karena kecelakaan, udah kan?" ujar Azura tak mau menjelaskan secara rinci. Apalagi masalah hutang nya, ia malu. Ia tak mau di nilai ingin memanfaat kan suami nya saat menceritakan perihal hutang tersebut.


Alis Alfi terangkat ke atas dengan gerakan bibir mencibir, seolah menunjuk kan ketidak percayaan pada nya.


"Kenapa? Mas Alfi nggak percaya aku?" tanya Azura kikuk.


"Aku percaya, tapi ada yang kamu tutupi dari aku. Aku minta kamu jujur sejujur-jujur nya Ra, jangan takut atau pun ragu, aku suamimu. Aku berhak tahu segala tentang mu juga permasalahan mu" ujar Alfi menuntut penjelasan agar Azura lebih terbuka pada nya.


Mendengar hal tersebut, membuat Azura gamang. Boleh kah ia menceritakan permasalahan nya? Boleh kah ia meminta bantuan suami nya? Bagaimana pun juga hanya suami nya lah yang bisa membantu nya.


"Itu... sebenar nya... " Azura gugup ingin mengungkapkan permasalahan nya.

__ADS_1


"Katakan aja aku siap mendengarkan. Kalau pun kamu ada masalah, katakan saja, siapa tahu aku bisa membantu" tukas Alfi memancing Azura agar tidak ragu-ragu lagi.


Azura menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


"Mas Alfi, sebenar nya sebelum meninggal orang tua ku punya hutang yang cukup banyak dengan rentenir. Karena itu, setelah mereka meninggal otomatis ahli waris hutang itu di turunkan ke aku. Udah 5 tahun ini aku berjuang untuk melunasi nya, tapi tak kunjung lunas. Karena itu, saat kak Zie nawarin kerja sama, aku terima dengan senang hati. Uang itu ingin aku gunakan melunasi hutang-hutang itu, tapi entah kenapa tiba-tiba pak Jono minta hutang itu di lunasi dalam tempo 1 bulan" cicit Azura mengungkap kan semua nya dengan wajah tertunduk lesu.


"Apa hal itu yang membuat kamu tiba-tiba murung saat di taman?"


"Hah.. kok mas Alfi tau?" seru Azura terkejut.


Alfi terkekeh melihat reaksi di wajah Azura lalu menjentik dahi nya pelan.


"Kemana?" tanya Azura penasaran.


"Ada aja. Tapi sebelum nya, boleh minta satu ronde nggak?"


"Hah! Nggak... nggak... ini aja masih sakit, jalan aja susah masa mau nambah lagi" tolak Azura cepat saat mendengar permintaan suami nya.


"Kamu nggak kasihan sama aku Ra? Gara-gara kamu ngedusel-dusel dada aku tadi, bom nuklir nya jadi bangun, nih pegang aja kalau nggak percaya" ucap nya dengan wajah serius.


Plak...

__ADS_1


"Mas Alfi ih, mentang-mentang udah ngerasain enaknya mantap-mantap jadi nagih terus" cibir Azura seraya mencebikkan bibir nya membuat Alfi terkekeh dan mengecup bibir nya sekilas.


"Aku jadi nyesel, kalau tau mantap-mantap itu secandu ini. Kenapa nggak dari awal aku terima penawaran kamu" ujar nya sambil terkekeh.


"Apalagi pas kamu pakai lingerie, so seksi bikin pengen nerkam" imbuh nya lagi.


"Ih, diam nggak! Dasar dokter me-sum!" hardik Azura kesal mendengar celotehan Alfi yang kian me-sum menurut nya.


"Cih.. pake ngatain orang me-sum, padahal dia sendiri lebih me-sum" ejek Alfi.


"liih.. udahan nggak, bisa di tutup nggak mulut nya ini! Nyebelin banget sih punya suami" Pekik Azura dengan mata melotot.


Alfi hanya tergelak melihat Azura yang kesal karena ulah nya. Sungguh menyenangkan bisa melihat istri nya itu kembali seperti sedia kala.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak

__ADS_1


__ADS_2