
Alfi menggeleng kan kepala nya dengan wajah datar lalu meletakkan sebuah kantong di atas nakas do sebelah tempat tidur nya.
"Makan lah" ujar nya singkat membuat Azura mengerutkan kening nya.
"Pak dokter, kok aku ada di sini?" tanya Azura yang sudah kadung penasaran.
"Karena kamu pingsan" sahut nya singkat.
Azura manggut-manggut.
"Tapi siapa yang membawa ku kemari? Nggak mungkin pak dokter kan? Nggak mungkin pak dokter sebaik itu mau nolongin aku" tukas nya penuh keyakinan membuat Alfi mendengus.
"Sudah di tolong bukan nya makasih malah bilang nggak mungkin. Memangnya kenapa nggak mungkin?" tanya Alfi penasaran.
"Karena pak dokter nggak mungkin sepeduli itu sama aku"
Alfi menghela nafas lelah.
"Terserah kau saja lah" ketus Alfi seraya berlalu keluar dari kamar rawat Azura.
__ADS_1
Azura mengerut kan kening nya dengan bibir mengerucut.
"Dia kenapa sih?" gumam Azura bingung, lalu ia segera membuka kantong yang ternyata berisi nasi uduk. Azura tersenyum lebar, kebetulan sekali ia sedang sangat lapar. Ia pun melahap nasi itu dengan begitu lahap, tak lama kemudian seorang perawat masuk ke ruangan Azura untuk memeriksanya.
"Sus, boleh aku nanya sesuatu?" tanya Azura.
"Silahkan bu, apa yang ingin ibu tanya kan?" tanya perawat itu.
"Ck.. aku masih muda gini dipanggil ibu. Panggil Azura aja sus" ujar nya dengan mulut penuh berisi nasi membuat perawat itu terkekeh sendiri melihat nya.
"Iya mbak Azura, ada yang bisa saya bantu?" tanya nya seraya tersenyum.
"Sus kalau boleh tau, siapa ya yang bawa saya kesini?" tanya Azura penasaran.
"Hah! Ukhuk... ukhuk... ukhuk... " Azura tersedak hingga nasi nya menyembur ke sembarangan.
Mata Azura melotot tak percaya.
"Suster yakin?" tanya nya setelah Azura menenggak air minum yang di sodorkan perawat itu.
__ADS_1
"Semua bilang sih gitu, karena ada dokter residen juga yang bilang jadi berita ini pasti benar" ujar nya seraya tersenyum.
"Mbak ada hubungan apa emang nya sama dokter Alfi?" tanya perawat itu mulai kepo.
"Ck... suster kepo deh!" ejek nya seraya terkekeh membuat perawat itu memberengut tapi hanya sesaat, kemudian ia kembali tersenyum.
"Mbak bisa pulang siang ini setelah menyelesaikan administrasi. Kalau begitu, saya permisi" ujar perawat itu seraya mengundur kan diri.
"Apa mungkin pak dokter galak yang udah bawa aku ke sini? Kok bisa?" Azura mencoba mengingat-ingat apa yang sebenar nya telah terjadi malam itu, namun ia tak kunjung mengingat nya. Karena terlalu memikirkan hal tersebut, Azura sampai lupa mengabari keberadaan nya pada sang adik yang tengah khawatir.
Tak mau berlama-lama penasaran, selesai makan Azura pun turun dari atas brankar dan berjalan menuju ruangan Alfi.
Setiba nya di ruangan Alfi, ia justru tak menemukan dokter galak nya itu. Tiba-tiba saja Azura kebelet pipis jadi tanpa mengetuk ia langsung masuk ke kamar mandi yang ada di ruangan itu. Baru saja menutup pintu dan membalik badan nya, Azura langsung memekik kaget karena ada seseorang yang sedang berada di dalam sana. Dengan wajah memerah, Azura bergegas keluar dari kamar mandi. Jantungnya berdegup kencang, tenggorokan nya tiba-tiba kering. la memukul kepala nya, bisa-bisa nya ia masuk ke kamar mandi orang lain tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak