
"Ke rumah sakit jiwa. Dia mengalami gangguan kejiwaan. Kerja nya setiap waktu meracau nggak jelas. Kayak nya dia benar-benar terpukul melihat anak nya mati di depan mata nya sendiri" jelas Stevan.
"Karena itu, setiap tindakan harus mikirin risiko nya bukan cuma mau enak nya aja" imbuh William.
"Tepat, lo ener banget"
"Dan ada satu lagi kabar entah menurut lo ini kabar baik atau kabar buruk. Si Beni, setelah mendengar kabar kalau Vina jadi gila, dia bunuh diri di dalam kamar mandi. Gila kan! Pasangan itu patut di masuk kan ke Genius World Record sebagai pasangan ter ter ter pokok nya. Entah ter apa tahu nya ter..."
Alfi menghela nafas panjang saat mendengar berita mengejutkan itu. Ia tak menyangka mantan kekasih sekaligus ipar tirinya itu bisa mengalami gangguan mental. Ia juga tak menyangka kalau kekasih Vina bisa melakukan hal nekat dengan mengakhiri nyawa nya sendiri. Mungkin itu karena rasa bersalah yang kadung bercokol begitu besar di dada nya. Kehilangan anak lalu kekasih nya mengalami gangguan mental. Mungkin juga Beni sudah masuk ke titik terendah dalam hidup nya sehingga ia tak mampu berpikir secara rasional dan mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup, sungguh miris nasib mereka. Alfi memang marah dan benci pada kedua orang itu. Tapi setelah mereka mengalami hal seperti ini, rasa iba itu justru muncul tiba-tiba. Manusiawi kalau kita merasa iba, tapi bukan berarti kita membenar kan segala perbuatan mereka.
********
"Ra, siap-siap gih! Yang cantik ya! Eh tapi istri mas kan emang udah cantik dari sono nya" seloroh Alfi saat panggilan telepon nya telah di angkat Azura.
__ADS_1
"Gombalan receh, nggak kena" ketus Azura masih dalam mode ngambek.
"Duh, kok masih ngambek sih!"
"Emang mau kemana?"
"Ke rumah sakit, jenguk Lana. Kak Zie yang menghubungi tadi minta kita kesana"
"Hmmm... "
"Iya iya, cerewet"
Mendengar ejekan Azura, bukan nya marah, Alfi justru terkekeh. Otak nya udah terkontaminasi virus bucin jadi ya gitu. Mau istri ngambek, marah, nyebelin tetap menurut nya gemesin. Kalau dekat mungkin wajah Azura udah habis di kecap-kecup sana sini setelah nya berakhir dengan ah ih ih eh oh dan oh yes oh no.
__ADS_1
Setelah panggilan ditutup, Alfi mengerut kan kening nya menatap layar ponsel nya yang menampilkan foto diri nya dan Azura yang sedang berduaan. Tak lama kemudian, ia tersenyum manis membayangkan ekspresi istri nya nanti saat ia memperlihat kan sesuatu.
*Siang menjelang sore
Alfi mengemudi kan mobil nya menuju ke apartemen milik nya untuk menjemput Azura. Setiba nya di depan pintu, ia segera menempel kan telapak tangan nya kemudian pintu itu pun terbuka lebar. Tampak istri bar-barcnya itu telah tampil begitu cantik dengan dress satin berwarna merah muda membuat nya kian menawan. Belum lagi, Azura juga mengenakan make up tipis membuat nya tampil sangat cantik, Alfi sampai tak berkedip memandangi nya.
"Udah puas liatin nya? Ya aku akuin aku cantik, tapi nggak segitu nya juga mas Alfi mandangin aku. Kayak nggak pernah liat cewek cantik aja" Seloroh Azura dengan kenarsisan tingkat langit ke tujuh.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...