Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
118


__ADS_3

Angkasa yang sadar kalau Azura telah menyadari keusilan nya lantas mencoba berlari. Tapi Azura lebih dahulu menangkap nya, lalu ia merebut spidol yang ada di tangan Alfi dan membalas perbuatan bocah cilik itu dengan menggambar di wajah nya.


"Ampun Tante, ampun, ampuni Angkasa Tante ... "


Angkasa mencoba menghindari spidol yang hendak mendarat di tapi Azura malah makin mengeratkan pelukan nya dan memulai aksi pembalasan nya.


Setelah Angkasa, Azura juga ingin mengerjai Alfi. Tanpa aba-aba ia melompat ke pangkuan Alfi dan mulai mencoret-coret wajah nya. Alfi mencoba menghindar, tapi Angkasa kini ikut turun tangan dengan memegangi salah satu tangan Alfi agar Azura bisa segera melancarkan serangan nya. Masih mencoba menghindar, Alfi dan Azura bahkan sampai berguling-guling di kasur sampai spidol yang berada di tangan Azura terlepas. Belum mau mengalah, kini Azura malah menggelitik perut Alfi sambil duduk di atas perut Alfi. Terlalu bahagia, Alfi reflek menarik Azura ke pelukan nya sehingga mereka kini justru saling berpelukan dengan tubuh Azura berada di atas tubuh Alfi. Mereka sampai lupa, ada seorang bocah cilik yang kini malah mengeluarkan keusilan nya dengan memotret adegan intim itu dan segera mengirimkan nya pada sang ibu.


Tring... tring ... tring ...


Ponsel Alfi di atas nakas bergetar, tanpa melepaskan pelukan nya dari Azura, Alfi mengambil ponsel nya dan membuka pesan di layar.


'Alfiiii bisa-bisa nya kalian bermesraan di depan Angkasa!'


'Alfi.. Azura.. apa kalian sudah gila hah! Dasar pasangan nggak ada akhlak!'


'Woy Alfi Wijaya, mau mesra-mesraan itu liat tempat, ada anak gue woy!'

__ADS_1


Plukkk...


Ponsel Alfi terlepas dari tangan nya saat ia menoleh Angkasa masih asik memotret mereka yang masih berpelukan di atas kasur. Azura yang belum paham lantas menoleh ke samping, wajah nya mendadak merah padam. Ia pun segera turun dari tubuh Alfi dan dengan langkah seribu, kembali lagi ke kamar nya.


'Astaga, kok bisa-bisa nya aku malah keenakan di peluk mas dokter sih! Tapi emang sih, pelukan nya itu enak banget. Hangat, nyaman juga. Padahal baru bangun tidur, tapi masih wangi aja. Ah coba aja nggak ada Angkasa, mungkin kami akan berlanjut ke aserehe ah rehe. Yah, sayang banget!' gerutu Azura yang bukan nya menyesal telah mempertonton kan kemesraan mereka di hadapan Angkasa, justru berharap lebih.


*****


Hari sudah beranjak siang, Azura dan Angkasa mulai di serang rasa bosan. Azura pun menghampiri Angkasa yang tengah sibuk dengan layar tablet nya.


"Angkasa dari tadi bosen banget tante" ucap Angkasa sambil mengunci layar tablet nya.


"Mau jalan-jalan sambil makan es krim?" tawar Azura sambil memainkan alis nya.


Mata Angkasa sontak berbinar cerah. Tidak ada anak kecil yang tak suka diajak jalan-jalan. Apalagi ia juga ditawari makan es krim yang memang merupakan salah satu makan favorit hampir setiap anak-anak.


"Angkasa mau tante, mau banget" seru Angkasa penuh semangat.

__ADS_1


"Tapi, apa dibolehin sama om Alfi?" tanya nya ragu.


Azura tersenyum lebar, lalu membisikkan sesuatu pada Angkasa. Angkasa pun tersenyum lebar setelah mendapatkan instruksi dari tante nya tersebut.


"Mas dokter" panggil Azura panik sambil menyambangi Alfi yang tengah sibuk dengan layar laptop nya. Alfi pun menoleh ke samping lalu menaik kan alis nya.


"Apa?" jawab Alfi datar.


"Angkasa... Angkasa, dia.."


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak

__ADS_1


__ADS_2