
Azura pun segera membalik tubuh nya dan berlari secepat nya. Namun belum jauh ia berlari, sebuah tangan telah lebih dahulu meraih tangan nya membuat nya seketika terhenti. Azura pun menghentak kan tangan nya sekuat tenaga hingga cengkraman itu terlepas, kemudian ia pun kembali berlari.
"Berhenti gadis menyebal kan!" desis Alfi dengan suara sedikit meninggi. Tapi Azura keras kepala, ia pun tetap berlari tanpa mau berhenti.
"Nggak mau, kamu pasti mau nyalahin aku juga kan. Bukan aku, bukan aku yang menyebarkan nya" sahut Azura agak berteriak.
"Berhenti bersikap bodoh gadis menyebal kan, kita harus segera menyelesaikan masalah ini."
"Masalah nya aku nggak tau apa-apa dok, aku juga nggak tau kenapa tiba-tiba foto itu viral dimana-mana" sahut Azura masih ingin melarikan diri.
"Berhenti dulu gadis bodoh!" bentak Alfi geram karena Azura tak juga mau menghentikan langkahnya.
"Nggak mau, aku nggak salah"
"Aaaaaa ... "
Tiba-tiba kaki Azura tergelincir karena kehilangan keseimbangan saat melangkahkan kakinya di atas turunan jembatan yang memiliki kemiringan hampir 45°. la pun berusaha menggapai pegangan sebab kaki nya tak mau berhenti menapaki jembatan yang agak menurun itu tapi tetap saja sulit.
__ADS_1
Alfi yang turut panik makin pun mempercepat langkah nya hingga greppp...
Tangan Azura berhasil ia raih dan plukkk... Azura pun berhasil ia tarik ke dalam pelukan nya.
Jantung Azura berdegup dengan kencang, nafas nya tersengal-sengal, mata nya yang sempat terpejam ia buka. Azura lagi-lagi menelan ludah nya saat melihat Alfi telah berada di hadapan nya.
"Kau mau mati konyol hah!" bentak Alfi dengan wajah memerah dan nafas memburu. Kedua tangan nya kini berada di bahu Azura, menahan agar gadis itu tidak mencoba kabur lagi. Sorot mata nya begitu tajam membuat nyali Azura tiba-tiba ciut.
"Hah!" serunya melongo mendengar cecaran Alfi.
"Dasar gadis bodoh! Setelah menimbulkan masalah dimana-mana kau mau mati seenak nya?" desis nya tapi nada nya tidak terlalu meninggi lagi.
'Hah? Bunuh diri? Aku? Aku mau bunuh diri? Apakah dia mencemaskan ku?' tanya nya dalam hati hingga tanpa sadar Azura tersenyum-senyum sendiri.
Alfi menghembus kan nafas kasar lalu menjentikkan jari nya di dahi Azura saat melihat tingkah konyol Azura yang malah tersenyum-senyum sendiri.
"Ternyata selain gadis menyebalkan, kau juga gadis bodoh dan konyol" desis Alfi lalu ia menarik tangan Azura agar mengikuti langkah nya membuat Azura mengerucut kan bibir nya.
__ADS_1
"Enak aja bodoh dan konyol. Yang bodoh dan konyol itu kan dia, emang siapa yang mau bunuh diri. Rugi dong mati sia-sia, entar gaji ku malah nggak ditransfer si nyonya tajir lagi kan rugi" omel nya sambil mengikuti langkah kaki Alfi.
"Apa?"
"Eh, nggak ada, nggak ada" sahut nya takut gumaman nya terdengar Alfi.
"By the way kita mau kemana?" tanya Azura sambil memperhatikan tangan nya yang di pegang Alfi.
"Terus kok pak dokter ada di sini sih? Terus juga kok bisa tau ini aku kan aku pakai Hoodie?" cecar Azura membuat Alfi menegang.
Bagaimana pun ia tak mau memberi tahu kalau ia sejak tadi sore mencari diri nya karena mencemaskan nya. Namun dalam hati ia lega karena bisa datang tepat waktu. la pikir Azura benar-benar hendak bunuh diri, padahal tidak sama sekali.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak