
Tak terasa 1 Minggu telah berlalu. Keadaan Azura sudah sangat-sangat baik. Bahkan kini ia sudah berada di sebuah kamar hotel dengan di kelilingi MUA terbaik dan asisten nya serta penata busana. Ya, hari ini adalah hari pernikahan Azura. Azura bahkan tidak menyangka ia akan benar-benar menikah dengan dokter galak nya itu. Dalam mimpi pun ia tidak pernah membayangkan nya, namun inilah kenyataan nya. Kini ia tengah di dandani sedemikian rupa oleh seorang MUA kenamaan. Dengan terampil, ia memulas kuas make up ke wajah Azura. Azura memasrahkan diri nya ingin di dandani seperti apa sambil memejam kan mata nya.
"Selesai. Mbak bisa membuka mata nya sekarang!" Seru sang MUA seraya meletakkan kuas make up ke dalam tempat nya.
"Wah seriusan, mbak cantik banget deh! Pasti calon pengantin laki-laki bakal pangling nih liat penampilan mbak yang super memesona. Kulit mbak juga bagus banget, pake skincare apa sih? Jadi iri" Seloroh sang MUA sambil terkekeh.
"Iya ya mbak, mbak ini cantik banget. Nggak perlu di dandani mencolok udah cantik banget" Puji sang asisten MUA.
Azura tak menggubris perkataan sang MUA dan asisten nya. Justru ia kini tengah terpaku dengan bayangan diri nya sendiri yang tertangkap dari permukaan cermin. Ia akui, MUA itu begitu hebat membuat wajah nya jauh lebih cantik bahkan terlihat sangat berbeda. Tapi ia tak mampu mengungkap kan kekaguman nya pada diri sendiri. Malu, entar dikira ia sok kecantikan.
__ADS_1
"Masya Allah, kak Zura? Ini beneran kak Zura?" Seru Hasna saat masuk ke kamar Azura di dampingi Zie.
"Wow, aura pengantin baru emang beda ya Has! Pantesan aja si pemarah itu mau nikah sama kakak kamu, lah biasa aja cantik apalagi kalo lagi di dandani kayak gini, bisa-bisa si pemarah itu nggak mau ninggalin kakak kamu walau satu detik. Takut di gondol kucing garong" Seloroh Zie membuat Hasna terkekeh.
"Bener itu kak, Hasna aja kadang iri liat kecantikan kak Zura"
"Kamu juga cantik kok Has. Kata siapa kamu nggak cantik, kalaupun ada yang bilang kamu nggak cantik, kakak yakin orang itu mengidap katarak" Timpal Azura yang ikut terkekeh.
Persiapan pernikahan ini di lakukan Zie dengan begitu totalitas. Padahal waktu yang di berikan ayah Damar sangat lah singkat tapi dengan kemampuan dan koneksi nya, Zie mampu mempersiapkan semua nya dengan nyaris sempurna.
__ADS_1
"Wah, calon pengantin kita udah siap ni! Kamu benar-benar cantik Ra!" puji Zie yang sebenar nya memang dari awal menyukai dan mengakui kecantikan Azura. Hal itulah yang membuat nya tiba-tiba saja tertarik membuat kerja sama dengan Azura. Bahkan awal nya ia tidak memiliki rencana apapun untuk adik nya itu. Rencana itu muncul secara tiba-tiba saat ia melihat dan mendengarkan percakapan Azura dengan Leon. Zie tak menyangka, rencana nya kali ini berjalan dengan lancar. Ia pun tak menyangka, Alfi bisa ia taklukkan melalui gadis itu yang tak lain adalah Azura.
Azura telah siap dengan kebaya berwarna putih gading. Akad nikah akan di adakan tepat pukul 10 pagi. Zie pun mengajak Azura keluar dari kamar nya menuju tempat di langsungkan nya akad nikah. Dengan di apit Zie dan Hasna, Azura melangkah kan kaki nya dengan perlahan dan anggun. Biar pun ia kerap bergaya tomboy, ia tetap lah seorang gadis. la bergaya tomboy hanya untuk membuat nya lebih mudah dan nyaman dalam beraktivitas. Padahal sebenar nya, Azura adalah gadis yang feminim. Beban kehidupan nya lah yang membuat nya harus jungkir balik bahkan bersikap sebalik nya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak....