
Plakkk...
Sebuah flatshoes mendarat keras di pundak Alfi membuat pria yang sedang menunggu dokter mengobservasi istri nya tersentak dari lamunan nya.
"Kakak apa-apaan sih!" desis Alfi kesal saat sang kakak seenak nya memukul pundak nya menggunakan sepatu. Untung saja sepatu itu tidak terlalu keras jadi rasa nya tidak begitu sakit.
"Lo tuh yang apa-apaan! Masa' ajak bini yang lagi bunting besar cari makan pake motor, otak lo dimana sih Alfi!" seru Zie dengan wajah memerah menahan amarah. Beruntung tidak terjadi apa-apa pada mereka di perjalanan tadi.
"Ck... siapa juga yang mau ajak Azura cari makan naik motor, mana malam juga. Andai Azura nggak maksa, gue nggak bakalan mau. Apalagi lo kan tahu gue nggak bisa bawa motor, tapi mau bagaimana lagi, permintaan istri, lagi hamil juga, nggak mungkin kan gue abaikan" sahut Alfi ketus seraya menjelaskan.
__ADS_1
"Ck... lo kan bisa bujuk dia buat naik mobil aja. Untung aja sopir lo ikut di belakang, kalau nggak, ya ampun Alfi gue nggak bisa bayangin. Bisa-bisa anak lo lahir di atas motor sport" ujar Zie seraya terkekeh membayangkan hal itu benar-benar terjadi.
"Gila aja lo! Gue juga nggak sebodoh itu. Maka nya gue minta pak Ali ngikutin kita bawa mobil. Dan apa kata lo tadi, bujuk? Udah gue coba tapi Azura-nya ngambek terus mewek. Mana tega gue"
Zie menggeleng-gelengkan kepala nya, ternyata adik nya kini telah menjadi seorang bucin sejati. Tapi tak apa lah, dengan istri nya sendiri juga. Azura juga perempuan yang baik jadi sudah sepatutnya adik nya itu sangat mencintai dan menyayangi istri nya. Walau yah, adik ipar nya itu masih saja bersikap absurd dan bar-bar. Tapi asalkan itu masih dapat di toleransi, ia tak masalah.
Terdengar tangis bayi yang menggema seiring erangan yang keluar dari bibir Azura. Tangisan itu begitu kencang hingga membuat Azura dan Alfi meneteskan air mata. Mereka bahagia bercampur haru, akhir nya mereka telah tiba di titik ini, menjadi pasangan orang tua.
Alfi sampai menciumi seluruh wajah Azura seraya menggumamkan ucapan selamat dan terima kasih karena telah hadir dan membersamai diri nya dalam setiap keadaan. Terakhir, Alfi melabuhkan sebuah ciuman yang cukup panjang dan dalam di bibir Azura membuat dokter dan beberapa suster yang melihat membelalak kan mata mereka. Mereka tidak menyangka, dokter galak itu kini telah bertransformasi menjadi suami siaga dan sayang istri yang super romantis.
__ADS_1
"Terima kasih Ma Cherie, terima kasih atas hadiah terindah ini. Terima kasih karena kau telah hadir dan masuk dalam kehidupan ku. Terima kasih untuk baby boy super tampan nya. I love you so much" lirih nya tepat di hadapan wajah Azura lalu ia kembali menyatukan bibir mereka. Tak peduli pada dokter dan suster yang masih berada di sana. Yang ingin ia lakukan hanya lah mengapresiasi perjuangan sang istri hingga dapat melahirkan buah cinta mereka dengan selamat ke dunia. Sekaligus menunjukkan betapa ia mencintai istri nya itu.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...
__ADS_1