Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
66


__ADS_3

Alfi semula hanya mengecup bibir atas dan bawah Azura bergantian, namun kini ciuman itu makin menuntut. Alfi memagut, melu*mat, dan mencecap bibir Azura dengan intens. Azura melenguh saat tangan Alfi menarik tengkuk nya hingga wajah mereka kian merapat. Saat bibir Azura sedikit terbuka, seolah di beri lampu hijau, Alfi melesat kan lidah nya ke dalam mulut Azura. Di obrak-abrik nya isi mulut Azura dengan menggebu. Di hisap nya lidah Azura hingga membuat Azura mengeluarkan suara parau yang lebih ke suara desa*han. Mendengar suara itu, sontak saja membuat Alfi segera menarik diri nya. Mata nya mengerjap beberapa kali sambil menatap Azura yang sibuk menghirup oksigen dengan wajah memerah.


Tanpa kata, Alfi langsung membuka pintu mobil nya dan turun dari dalam sana membuat Azura mengerut kan kening. Bingung, selepas mencium nya membabi buta tapi sekarang Alfi hendak meninggalkan nya begitu saja tanpa berucap sepatah katapun.


'Sial!' batin nya mengumpat.


"Pulang lah, bawa saja mobil itu. Jemput saya besok pagi, jangan terlambat!" titah Alfi sebelum benar-benar menghilang seperti seorang majikan memerintah kan sopir nya untuk menjemput nya tepat waktu. Lalu Alfi pun segera berlalu dari sana meninggalkan Azura yang masih melongo melihat tingkah aneh dokter galak nya.

__ADS_1


"Sialan, dia pikir aku ini sopir nya apa" geram Azura seraya mengumpat.


"Tapi tadi... kenapa dia tiba-tiba mencium ku ya? Dasar gila, bilang aja kalau mulai suka. Awas aja akan aku buat kau bertekuk lutut di bawah kaki ku dokter galak!" desis Azura seraya menjalan kan mobil Alfi keluar dari basemen apartemen.


Butuh waktu sekitar 45 menit untuk Azura tiba di rumah kontrakan nya. Rumah minimalis tapi cukup nyaman untuk nya dan sang adik. Mereka sudah menempati rumah itu hampir 5 tahun lama nya, lebih tepat nya semenjak orang tua nya meninggal dan semenjak itu juga ia berusaha mati-matian untuk melunasi hutang-hutang orang tua nya yang terus saja bertambah karena bunga nya yang seakan terus beranak pinak. Alasan nya, karena mereka terlalu lama mencicil jadi jangan salah kan hutang mereka beranak pinak. Awal-awal cicilan nya hanya 1 juta perbulan, lalu meningkat menjadi 2 juta perbulan, kemudian naik lagi, lagi, dan lagi hingga kini cicilan nya menjadi 25 juta perbulan. Karena itu saat mendapat kan uang 250 juta dari Zie, Azura langsung membayar bandot tua itu 200 juta. Kemudian saat mendapatkan transferan lagi 750 kita, semua uang itu ia bayar kan hingga hanya menyisakan beberapa ratus juta saja. Pak Jono pun cukup terkejut melihat Azura bisa membayar hutang nya sampai ratusan juta sekali bayar, tentu ia penasaran sampai-sampai ia menduga Azura telah menjual keperawanan nya demi mendapat kan uang sebanyak itu.


"Kak, mobil siapa itu? Kakak nggak mungkin merampok kan?"

__ADS_1


Azura lantas mentoyor dahi Hasna, gemas dengan pertanyaan yang di lontarkan nya.


"Gila aja kakak jadi perampok dek" ketus nya sambil merebah kan tubuh nya di atas sofa.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2