
"Bagaimana dok keadaan adik saya? tanya Zie saat dokter yang bertugas memeriksa Lana.
Azura yang sedang bersandar di bahu Alfi pun lantas menoleh saat mendengar suara Zie. la dan Alfi segera berdiri dan menghampiri Zie dan dokter itu. Mario tidak ikut serta sebab ia di minta mengurus jenazah baby Betrand.
Dokter itu menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan. Ia menatap Zie dan Alfi bergantian membuat ketiga orang yang berada di sana merasakan ketegangan.
"Kondisi nya kurang baik, adik anda mengalami syok kardiogenik. Kita harus melakukan operasi sesegera mungkin untuk mengembalikan fungsi jantung nya agar bisa bekerja dengan normal" Tukas dokter itu menjelaskan. Alfi, Zie, dan Azura terdiam. Mereka tengah berpikir tindakan apa yang harus segera mereka ambil.
"Lakukan yang terbaik dok! Saya percaya dengan kemampuan anda" tukas Alfi mengambil keputusan.
__ADS_1
Walaupun ia kecewa berat dengan Lana, namun ia tidak bisa benar-benar membenci nya. Bagaimana pun Lana adalah saudara nya meski hanya saudara angkat secara biologis. Tidak mungkin ia mengabaikan keselamatan saudara nya hanya karena ego dan kecewa nya. Ia tak mau menjadi saudara yang jahat hanya karena kekecewaan nya yang begitu besar.
Zie tersenyum tipis, ia senang ternyata adik nya itu masih memiliki rasa peduli dengan Lana. Ia pun sama kecewa nya dengan Alfi, namun ia pun tak bisa berlarut-larut dalam kebencian dan kekecewaan. Bagaimana pun Lana sudah termasuk anggota keluarga bagi mereka.
Mungkin mereka dapat memaafkan, namun itu bukan berarti mereka bisa kembali seperti semula. Kekecewaan itu akan tetap ada dan tak kan mungkin bisa di hilangkan begitu saja. Sebab malapetaka itu terjadi bukan hanya karena kesalahan dari pihak Vina, tapi juga Lana. Vina memang menggoda nya, tapi bila Lana bisa lebih kuat iman tentu semua malapetaka ini tak kan pernah terjadi.
"Alfi benar dok! Atas izin Allah, kami yakin Anda dapat melakukan yang terbaik" Zie turut mendukung keputusan Alfi.
Azura yang mendengar keputusan Alfi pun lantas menggenggam tangan nya untuk memberikan dukungan. Alfi lantas menoleh lalu tersenyum dan mencium punggung tangan nya mesra.
__ADS_1
"Tenang lah, aku yakin kak Lana akan baik-baik aja" Ucap Azura mencoba menenangkan. la tahu, di balik wajah dingin Alfi saat ini, terselip kegelisahan akan keadaan sang saudara. Alfi memang terlihat seperti sosok yang dingin, tapi hati nya begitu hangat dan lembut. Sangat berbanding terbalik dengan sikap yang di tampakkan nya.
"Terima kasih sayang" ucap nya lembut lalu tangan nya menarik bahu Azura hingga merapat padanya dan mengecup pelipis nya mesra. Zie yang melihat itu hanya bisa mencibir gemas.
"Cih sok romantis banget sih! Dulu bilang nya ogah, nggak minat, nggak tertarik, nggak mau, nolak mati-matian, eh sekarang bucin. Emang enak jilat ludah sendiri!" cibir Zie membuat mata Alfi mendelik tajam, sedangkan Azura malah terkekeh geli membenarkan perkataan Zie.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...