Gambaran Hati

Gambaran Hati
Rencana Rifky.


__ADS_3

Mereka berdua telah sampai di rumah Ruchan. Leah dan Ruchan juga sedang ada di rumah. Mereka sedikit berbincang-bincang di ruang keluarga berdua.


"Assallamualaikum Eyang uti dan Kakung" Salam Rifky.


"Waalaikum sallam cucu Kakung, mampir juga kesini" Kata Ruchan.


"Sini si kembarnya" Kata Leah mengambil so Kembar dari gendongan Aisyah dan Rifky.


"Kalian kapan berangkat ke Korea nya?" Tanya Leah bermain dengan Airy dan Raihan.


"Hah? Baru juga kurcacinya pada pergi. Mama gak ingin Ais tinggal di sini kah?" Tanya Aisyah.


"Gak gitu Kak, kamu juga harus kejar impian kakak, kan dari kecil Kakak pengen kuliah di Korea dan hidup sementara disana. Suami kamu aja siap nemenin kamu kok, manfaatkan masa masa muda kalian, itung- itung belajar sambil bulan madu kedua" Kata Ruchan.


"Mas?" Kata Aisyah menoleh ke arah Rifky.


Rifky mengusap kepala Aisyah dengan penuh senyuman. Ternyata, jauh-jauh hari sebelumnya, Rifky sudah membicarakan hal itu dengan Ruchan dan Leah.


"Airy sama Raihan gimana dong? Masa iya di bawa kesana sih, yang ada Aisyah gak bisa kuliah dong, gak ada yang jagain mereka juga. Kata Aisyah.

__ADS_1


"Kakak anggap apa Abi sama Mama ini? Kita masih bisa kalau mengurus Airy dan Raihan. Tenang aja, mereka yang akan menggantikan kalian semua saat kalian jauh" Kata Leah.


"Ma, hukum agama itu melarang menitipkan anak ke orang tua loh. Aisyah gak mau ah, biar aja Aisyah kuliah disini nyambi mereka biar lebih gampang." Kata Aisyah.


"Kak, gak papa kok. Ini kan yang mau Abi sama Mama, kita berdua sudah sepakat. Kita juga masih mampu merawat bayi, kakak tenang saja. Mereka aman sama kita, nanti juga ada Bundha Ratna yang nemenin Mama kamu." Kata Ruchan.


"Bukan gitu Bi, jelas-jelas dalam agama itu ndak boleh loh, masa iya kita bisa bicara gak.bisa makai ajaran juga sih Bi. Ma, Aisyah gak bisa jauh dari mereka, ya walau mereka gak minum Asi, tapi kan....?" Kata Aisyah.


Tangan Rifky menggenggam erat tangan Aisyah. Suasana hati Aisyah sudah tegang, ia takut jika akan berdampaj ke baby blues.


"Bagaimana kalau pembicaraan ini di bahas nanti lagi aja? Rifky lapar nih? Boleh dong Ma makan masakan Mama" Kata Rifky.


"Iya sana, Mama udah masak kesukaan Rifky kok, ke meja makan aja ya, kalau makan kesini takutnya ada yang jatuh entar ada semut, kasihan Airy dan Raihan" Kata Leah.


"Duluan aja bro, Abi udah kok. Abi masih mau main sama si kembar ini" Kata Ruchan.


"Ya udah deh, yuk Yank" Ajak Rifky kepada Aisyah yang masih dalam suasana hati buruk.


Rifky menggandeng tangan Aisyah masuk ke dapur, di meja makan ternyata memang sudah ada masakan kesukaan Rifky. Rifky pun mengambilkan nasi untuk Aisyah yang masih cemberut aja.

__ADS_1


"Sayang, udah dong cemberutnya. Harusnya kamu juga jangan bicara dengan nada lebih tinggi lagi dari Abi sama Mama, gak baik ah, mereka kan juha memikirkan cita cita kamu Yang." Kata Rifky.


"Tapi Aisyah memang belum bisa jauh jauh dari Airy dan Raihan Mas" Kata Aisyah.


Rifky memeluk dan menghibur Aisyah, karena jika Aisyah sudah tidak baik mood nya, semua orang kena imbasnya. Yang di takutkan Rifky, nanti ia akan marah juga dengan Airy dan Raihan.


"Kok pelukan disini sih Mas? Kalau Mama atau Abi masuk gimana?" Kata Aisyah berusaha melepaskan pelukan Rifky.


"Sstt, seperti ini dulu sebentar aja. Sayang, yang di katakan Abi sama Mama itu gak ada salahnya loh, kamu ini masih muda, kejarlah impianmu, Mas akan temani kamu sampai cita-citamu tercapai sayang" Kata Rifky masih memeluk Aisyah.


"Tapi bagaimana dengan anak-anak Mas? Aisyah belum bisa ninggalin mereka, lagian dosa loh Mas nitipin anak ke orang tua" Kata Aisyah.


"Mereka yang ingin sendiri kan Yang, kita harus bisa memanfaatkan keadaan ini. Berhubung mereka gak minum Asi, mereka bisa kita tinggal, nanti kan bisa video call, atau setiap liburan kita kan bisa pulang. Kalau enggak ya biar Abi dan Mama yang main ke sana gitu" Kata Rifky.


"Aisyah ingin ke Korea, tapi...." Kata Aisyah.


Rifky mencium bibir Aisyah dengan lembut, hanya dengan ciuman hati Aisyah yang memanas bisa dingin lagi.


"Bismillah, secepatnya kita berangkat ya? Mereka yang ingin merawat Airy dan Raihan kan?Anggap saja, ini sebagai obat rindu mereka saat kesepian di tinggal anak-anaknya pergi menuntut ilmu semua" Bisik Rifky.

__ADS_1


"Makan dulu ya, lapar nih" Sambung Rifky.


Aisyah menahan tangan Rifky dan membalas ciuman yang sebelumnya, kali ini inisiatif Aisyah sendiri mencium Rifky. Sepertinya Aisyah mulai luluh dengan saran Rifky.


__ADS_2