
Aisyah dan Rifky duduk berdua di taman depan rumah Aisyah. Di sana mereka duduk di ayun ayun masa kecil Aisyah serta adik adiknya. Di taman itu, ada satu jungkat jungkit, satu set meja kursi buatan di tengah taman, dan satu kursi di dekat pohon.
"Kamu cantik dan anggun banget hari ini Wel. Hehehe jadi.... " Kata Rifky.
"Belum muhrim jangan mandang Aku lama lama lah Kak, ini jadi dosaku dan dosanya Abi lho" Jawab Aisyah.
"Eh iya.. Itu.. emmm" Kata Rifky gugup.
"Asri banget ya di sini? Ini ayunan dan jungkat jungkit emang sengaja di bikin atau kadang anak anak main di sini? " Tanya Rifky mengganti topik pembicaraan.
"Ayunan ini milik aku sama Akbar Kak. Yang Kakak duduki itu milik aku, sedangkan yang ini milik Akbar! " Jawab Aisyah.
"Ini ayunan kamu Wel? Apa yang membedakannya? " Tanya Rifky lagi.
"Ada lah, di bawah papan ayunan ini ada nama kami masing masing. Karena yang bikin ayunan ini dulu kita sendiri di ajarin Abi. Terus Pak Lhek Farhan yang pasangin" Jawab Aisyah.
"Terus jungkat jungkit dan misteri kursi duduk pinggir pohon itu?? " Tanya Rifky.
"Jungkat-jungkit ini milik kami" Kata Kabir dan Syakir bersamaan.
"Milik kalian? " Tanya Rifky.
"Kalian ngapain kesini sih? "Kesal Aisyah.
"Noh si Abang sama Mas Ilham ada kabar gembira untuk kalian" Kata Syakir.
__ADS_1
Akbar dan Ilham pun datang menghampiri mereka. Dan Ilham duduk di kursi samping pohon itu, karena memang tempat duduk itu miliknya.
Karena ayunan miliknya di duduki Rifky, Akbar pun duduk di bebatuan dekat dengan kursi yang di dudukki Ilham.
"Kalian berdua ada kabar baik apa? " Tanya Rifky penasaran, begitupun dengan Aisyah.
"Kabar baiknya....... " Kata Ilham.
"Kulit manggis kini ada ekstraknya " Kata Akbar.
"Sekali putaran, Sekali putaran, tar putar di wajah, bilas!! Hahahha " Tawa Kabir.
"Kalian mau ini? " Tanya Asiyah mengepalkan tangannya.
"Bercanda kali kak, hehehe Syakir lho yang nyuruh" Goda Akbar.
"Heh, jangan mentang mentang aku yang lebih tua dari kalian ya.. ku pites kalian" Kata Ilham.
"Kalian ber empat kalau emang cuma mau main main dan bercanda....... " Kata Aisyah dengan kekesalan di puncak provinsi.
Pertama, mereka menganggu di saat pertemuan antara Rifky dan Aisyah yang sudah lama tak komunikasi.
Kedua, mereka bercanda di saat yang tidak tepat, karena saat itu. Rifky akan mengatakan sesuatu yang penting dari hatinya.
"Eeeh ehh.. sabar Kak. Jadi kebenaranyaa adalahh.... jeng jeng jeng. " Kata Akbar.
__ADS_1
"Abang??????? " Bisik Aisyah.
"Ck, kalian menikah 2 minggu lagi! " Kata Ilham santuy.
"Apa? " Tanya Rifky dan Aisyah bersamaan.
Aisya tak menyangka jika pernikahan mereka akan di laksanakan secepat itu. Rifky dan Aisyah pun berlari ke dalam rumah, memastikan bahwa keputusan itu benar benar dari orang tua mereka, bukan hanya sebatas candaan saudara saudaranya saja.
"Nah itu mereka" Kata (Ali) Om nya Rifky.
"Ada apa ya? Rifky dengar dari Akbar tadi....? " Tanya Rifky.
"Ya!! Acara pernikahan kalian akan di adakan 2 minggu lagi" Kata Ruchan.
"Secepat itu? " Tanya Rifky dan Aisyah bersamaan.
"Iya lah, lebih cepat lebih baik" Kata Ibu Rifky.
"Tapi Bun... " Kata Rifky masih kaget.
"Memangnya mau berapa lama lagi? Apa yang kalian tunggu? Kuliah Aisyah tetap bisa berlanjutkan?!" Kata Leah.
"Iya, dan kita semua ini sudah tidak sabar menimang cucu dari kalian!! Hahahaa " Kata Omnya Rifky.
"Hah?? " Kata Rifky dan Aisyah bersamaan lagi.
__ADS_1
"Aih Mas Ali, yang lebih tepatnya. Hal baik itu, akan lebih baik di lakukan secepatnya, jangan di tunda tunda lagi. Benar kan Kak? " Kata Ruchan.
Rifky dan Aisyah masih syok mendengar keputusan yang mereka anggap tergesa gesa itu. Mereka saling menatap penuh dengan tanda tanya di hatinya.