Gambaran Hati

Gambaran Hati
Baper


__ADS_3

Jam 5.45 Aisyah pulang dari pesantren, ia tak bisa jika dalam satu hari tak ikut jama'ah di pesantren, walau yang ia lakukan hanya sholat subuh berjama'ahnya.


Klang...


Suara tupperware jatuh, Aisyah langsung langsung lari ke dapur. Benar saja, tuperrware milik Aisyah di jatuhkan Kabir. Aisyah ingin marah, namun di dapur ada Ibunya Rifky dan Leah yang sedang memasak.


Aisyah hanya melirik ke Kabir dan memberi tanda jika dirinya marah besar kepada Kabir. Tau lah gaes, tupperware ketinggalan aja bikin pusing, apalagi ini jatuh karena ceroboh!.


"Maaf ya Kak, ini aku pinjam dulu heheh. Botol minumku hilang di kelas. Hehehe Kabir berangkat dulu ya, jangan jadi kak ros dulu ya. Assallamualaikum " Kata Kabir mencium tangan Aisyah dan langsung kabur.


"Main kabur aja! Awas aja nanti, sarung kesayanganmu akan ku masukkan di rendaman pemutih" Batin Aisyah menahan gengsi di depan Ibu Rifky.


"Kakak mau sarapan? " Tanya Leah menghilangan amarah Aisyah.


"Mama masak apa? " Tanya Aisyah.


"Belum masak sih, ini lagi racik racik di bantu ibunya Rifky. Tapi kalau Kakak mau sarapan, Mala udah bikinin Kaka nasi goreng tuh, sama telur ceplok" Kata Leah.


"Buatan Mala ini? Dia sering enak kalau bikin nasi goreng, anehnya kalau masakan lain dia suka keasinan. Sekarang dimana Mala? "Tanya Aisyah.


"Dia kepasar di antar Abang! " Kata Leah.


"Abang gak sekolah? " Tanya Aisyah emosi tapi di tahan. Tahan gengsi.


"Katanya siang nanti dia ikut jadwal ustad Farhan. Jangan Marah yaaa" Kata Leah yang tau jika Aisyah akan marah kalau adiknya ada yang bolos sekolah.


"Ya udah, Kakak mandi dan siap siap dulu ya Ma, Buk" Kata Aisyah.

__ADS_1


"Awas kamu Bang, udah berani bolos. Ku bikin baju faforitmu terendam satu malam hahaha" Batin Aisyah.


Aisyah berangkat di antar oleh Rifky pagi itu, kali ini Aisyah mau di antar mengendarai mobil. Di dalam mobil, Rifky sudah mempersiapkan sesuatu untuk Aisyah.


"Pagi bidadariku" Sapa Rifky.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam bawel" Kata Rifky.


"Bawel? Sejak kapan aku bawel? " Tanya Aisyah.


"Mulai sekarang aku panggil kamu bawel aja deh, lebih seru! Oh ya, nanti jadi kan? "Kata Rifky.


"Jadi dong, terus kalau aku bawel, Kak Rifky apa dong?" Tanya Aisyah.


"Hmm apa ya? Menurut kamu apa yang cocok untuk pasangan bawel? "Tanya Rifky.


"Emm iya. Ah gimana kalau yung aja hehehe " Kata Rifky.


"Yung? Sayang gitu? "Tanya Rifky.


Rifky mengangguk semangat.


"Gak mau, kan belum jadi muhrimnya, masa iya udah sayang sayang aja. Aku tetap panggil Kak aja ah" Kata Aisyah malu.


"Kode nih? Tanya Rifky.

__ADS_1


Aisyah tersipu malu, Rifky selalu lembut dengan Aisyah sejak mereka bertemu. Dan Rifky sudah mencintainya sejak pertama kali melihat Aisyah di dalam bus saat itu.


Saat di antar Ruchan dan bareng Ilham rasanya lama sampai kampus, namun saat Rifky yang mengantar rasanya hanya sebentar, seperti mengedipkan mata.


Rifky memberikan sebuah kotak sedang yang sudah ia persiapkan sejak semalam, lalu di berikan kepada Aisyah tanpa ragu.


"Buka Wel, ini untuk Bawelnya aku. Tapi bukanya nanti las aku udah pergi. Ok! "Kata Rifky memberikan sebuah kotak berkertas kado warna hijau muda kesukaan Aisyah.


"Buat aku? Ini apa? " Tanya Aisyah.


"Buka nanti ya?! " Jawab Rifky.


"Emm ok deh, aku masuk dulu ya. Eh gak usah di bukain. Orang nyebelin kemaren ada di sana tuh. Assallamualaikum " Kata Aisyah.


"Wa'alaikum sallam, semangat ya Wel" Kata Rifky.


Aisyah tersenyum mendengar kata semangat dari Rifky. Rifky pun keluar dari gerbang kampus, dan Aisyah yang sudah penasaran membuka hadiah dari Rifky tersebut.


"Ada kotak lagi? Dan apa ini? Kartu ucapan. Sebelumnya aku buka kotak kecil ini. " Kata Aisyah membuka kotak yang kecil di dalam hadiah itu.


"Cincin? Dan ada namanya Kak Rifky? " Batin Aisyah.


"Assallamualaikum bidadariku, maaf aku gak berani ngomong langsung ya, itu cincin sebagai tanda bukti aja kalau aku serius sama kamu. Jika kamu mau serius denganku, tolong pas aku jemput nanti di pakai ya. Tapi kalau kamu belum manatap denganku, gak papa. Simpan aja dulu. Setelah itu aku akan bicarakan semuannya dengan Abi dan Mamamu. Wassallamualaikum "


Isi surat tersebut.


"Hah? Ada surat lagi? " Gumam Aisyah.

__ADS_1


"Oh ya, sebenarnya cincin itu ada dua. Yang di kamu ada namaku, yang di aku ada namamu. Bucin ya aku? Padahal udah gak remaja lagi"


"Kak Rifky? " Kata Aishah tersenyum. Dan langsung memakai cincin itu, karena takut hilang.


__ADS_2