
Ruchan membawa Rifky ke suatu rumah yang jaraknya tidak jauh dari pesantren. Rifky merasa bingung, dalam fikirannya, mungkin Ruchan akan memperkenalkan kepada seseorang tentang dirinya.
"Alhamdulillah, sampai. Turun yuk" Kata Ruchan.
"Rumah siapa Bi?" Tanya Rifky.
"Ini rumah yang bakal kalian berdua tempati, selama kalian masih di Jogja, menunggu Aisyah selesaikan kuliahnya satu semesteran. Jadi kalian gak usah buru buru pergi ke Korea ya" Jelas Ruchan
"Tapi Bi, rumah Rifky yang di kampung halaman belum deal loh. Uang Rifky mana cukup untuk membeli rumah ini. Emang di cicil boleh?" Tanya Rifky.
"Kamu gak usah khawatir tentang itu. Kamu cukup mengisi kulkas, galon sama bayar listrik aja" Jawab Ruchan.
"Rifky mana enak Bi. Udah numpang disini, masa iya cuma bayar listrik doang" Kata Rifky mulai memasuki rumah.
"Sebenarnya, rumah ini itu baru selesai. Tapi bingung mau siapa yang nempati rumah ini dulu. Ini rumah milik Abi sebenarnya, di buatin dulu sama Kakeknya Ais. Tapi Abi gak suka modelnya, jadi nganggur deh. Nah berhubung Ais udah nikah. Dan kamu dengan ikhlas hati menuruti kuliahnya Ais di sini, anggap aja ini hadiah dari Abi" Kata Abi panjang kali lebar sama dengn luas meter persegi.
"Rifky jadi gk enak deh sama Abi. Rifky ke kontrakan aja gak papa loh Bi." Kata Rifky.
"Bro, gini loh. Abi gak pernah anggap Rifky itu menantu Abi. Tapi Abi itu menganggap Rifky anak Abi, teman Abi, anak pertaman Abi. Lagian kalau kamu di rumah itu, kamu merasa gak bebas kan? Abi tau orang seperti apa kamu ini. Mandiri, berbakti sama orang tua, dan pastinya kamu bakal bisa menjadi kakak yang baik buat adik adik Ais kan? Masa iya nanti pas kamu mau bermesraan sama Ais ketahuam sama Akbar atau si kembar. Mau?" Kata Ruchan.
__ADS_1
"Oh iya, kapan rencana kalian memiliki momongan? Abi pengen cucu perempuan" Sambung Ruchan.
"Ah Abi. Rifky kan jadi malu. " Kata Rifky.
"Ayo dong sambil lihat lihat isi rumah. Ngapain harus malu coba, orang setelah menikah. Pasti yang di tanya anak setelah itu" Kata Ruchan.
"Aisyah nya masih malu Bi, belum Rifky sentuh tuh tangan, udah main gibas aja. Tapi Rifky suka Bi hehehe" Kata Rifky.
"Kebalik sama Abi Bro, dulu si emaknya Ais yang berinisiatif. Abi yang malu malu, tapi namanya naluri laki laki lihat istrinya menggoda siapa yang tak tergoda coba hehehe" Kata Ruchan.
Ruchan dan Rifky banyak cerita waktu itu, mereka memang sudah sangat akrab. Bahkan sering kali Ruchan memanggil Rifky dengan sebutan Bro. Agar tak terlihat terlalu formal namun masih dalam batasan hormat antara menantu dan mertua.
"Assallamualaikum Mas. Ais kangen! Kapan pulang?"
Melihat ada pesan dari Aisyah, Rifky pun langsung membukanya dan langsung membalasnya.
"Kangen? Alhamdulillah. Nanti malam kita bisa perang berdua aja yang. Malam ini kita tidur bebas horeeππ" Balas Rifky.
"Maksud Mas apa?"
__ADS_1
"Kita akan tinggal di rumah sendiri berdua. Yes malam ini kita bisa eem eem nih" Balas Rifky.
"Apaan sih Mas, Ais malu tau. Emang Mas udah dapat kontrakan kah?"
"Huft, sebenarnya di suruh Abi nempati rumah. Yang katanya rumah Abi dulu yang dibuat oleh Kakungnya kamu Yang. Mas mana tega menolak. Lain nya Mas ceritain nanti ya, Abi bilang ini hari yang cocok buat kita nempati rumah itu"
"Alhamdulillah, terus sekarang Abi sama Mas kemana? Udah waktunya makan siang nih sama dah mau sholat dzuhur. Jamaah yuk!"
" Sebentar lagi pulang kok sayang. Ini lagi bungkusin kamu gurame bakar. Kata Abi lagi pengen makan itu, sekalian deh bungkusin buat kamu Yang" Balas Rifky.
"Ais tunggu ya. Love you"
"π±πππ" Balas Rifky.
"Astaghfirullah emotnya gak nahan! Assallamualaikum"
"Waalaikum sallam sayangku" Balas Rifky senyum senyum sendiri.
Ruchan merasa di abaikan, ia pun merebut ponsel Rifky dan menaruhnya di kantong celana Rifky. Dan berkata "Disini masih ada orang". Rifky pun tertawa melihat wajah mertuanya yang sangat datar, lirus bak tol salatiga semarang.
__ADS_1